Hilang Saat KM Eka Prima Melaut, ABK Berusia 21 Tahun Ditemukan pada Hari Ketiga Pencarian
Faktakalbar.id - Dicka Wahyudi (21), anak buah kapal (ABK) KM Eka Prima, ditemukan meninggal dunia pada hari ketiga pencarian setelah diduga jatuh ke laut di perairan Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Faktakalbar.id - Dicka Wahyudi (21), anak buah kapal (ABK) KM Eka Prima, ditemukan meninggal dunia pada hari ketiga pencarian setelah diduga jatuh ke laut di perairan Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Dicka dilaporkan hilang ketika kapal tersebut berangkat melaut dari Pelabuhan Kakap pada Rabu (7/10/2026) malam.
Kru kapal menyadari korban tidak lagi berada di kapal sekitar pukul 21.50 WIB.
Setelah melakukan pencarian secara mandiri tanpa hasil, kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak pada Kamis (8/10/2026).
Basarnas Pontianak kemudian mengerahkan tim penyelamat untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan dan nelayan setempat.
Pencarian berlanjut hingga Sabtu (10/10/2026) dengan penyisiran permukaan perairan di area sekitar 56 mil laut persegi.
Tim menggunakan pola penyisiran terencana dengan jarak antarjalur satu mil laut untuk memperluas cakupan pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Budiono, mengatakan penentuan area pencarian didasarkan pada posisi terakhir kejadian, informasi lapangan, serta kondisi cuaca dan arus perairan.
“Dalam pelaksanaan operasi, tim melakukan penyisiran permukaan secara sistematis berdasarkan area dan pola pencarian yang telah ditentukan. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR yang terlibat serta nelayan setempat untuk memperoleh informasi tambahan yang dapat mendukung proses pencarian,” ujarnya.
Menurut Budiono, arah dan kecepatan angin serta arus perairan turut diperhitungkan dalam menentukan teknis pencarian.
Korban akhirnya ditemukan oleh nelayan setempat di sekitar perairan Jungkat pada Sabtu pagi.
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban pada pukul 06.56 WIB, dengan lokasi penemuan berjarak sekitar 9,16 mil laut dari titik kejadian.
Jenazah kemudian dibawa menuju Pos TNI AL Sungai Kakap untuk diserahkan kepada pihak agen kapal.
Penemuan korban menjadi akhir dari operasi pencarian yang berlangsung sejak laporan kehilangan diterima pada Kamis.
Setelah proses evakuasi selesai, koordinator misi pencarian dan pertolongan mengusulkan penutupan operasi SAR dan mengarahkan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.
Hingga informasi tersebut disampaikan, korban diketahui ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara penyebab pasti korban jatuh ke laut tidak dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.