Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Sentuh Angka Rp16.300, Pemerintah Monitor!
JAKARTA
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah terus memonitor pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini disampaikan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta (19/12/2024).
“Kami monitor, Rupiah kan di APBN sudah ada angka, kami monitor saja,” ujar Airlangga. Saat ini, kurs Rupiah berada di level Rp16.300 per Dolar AS, melemah sebesar 315 poin dibandingkan sebelumnya.
Airlangga menyebutkan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah ini merupakan hal yang wajar mengingat Dolar AS sedang dalam tren penguatan. “Baru beberapa hari kemarin, namanya kurs naik-turun Amerika. Semua lagi menguat,” tambahnya.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sebelumnya melaporkan bahwa nilai tukar Rupiah per 17 Desember 2024 mengalami pelemahan 1,37 persen dari bulan sebelumnya. Perry menjelaskan, pelemahan ini disebabkan oleh arah kebijakan sektor keuangan AS yang semakin agresif serta meningkatnya ketidakpastian global.
“Pelemahan nilai tukar Rupiah ini dipengaruhi oleh makin tingginya ketidakpastian global, terutama terkait dengan arah kebijakan AS,” ungkap Perry.
Pemerintah, lanjut Airlangga, tetap berpegang pada angka yang telah disepakati dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, yakni Rp16.000 per Dolar AS.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.