Operasi Senyap KPK, 4 Orang Diangkut ke Jakarta
Semarang- Kembali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalankan operasi senyap. Selasa (11/4). OTT dilakukan di Semarang, Jawa Tengah. Hasilnya empat orang Selasa malam itu juga dibawa ke Jakarta.
Keempat orang itu adalah Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Semarang Putu Sumarjaya, Yuni selaku Bendahara Balai Ditjen Perkeretaapian Jawa Tengah, kemudian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bernard, bersama satu orang lainnya. Keempatnya dibawa ke Jakarta setelah diperiksa tim KPK sejak pukul 17.00 WIB di Polrestabes Semarang.
Dilansir dari CNN, KPK menangkap pejabat Balai Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Jawa Tengah. Operasi senyap tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap terkait paket pekerjaan tender track layout (TLO) Stasiun Tegal.
"Ada beberapa yang ditangkap, di antaranya pejabat Balai DJKA Jateng, pejabat pembuat komitmen/PPK proyek pekerjaan perkeretaapian dan pihak swasta," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa (11/4).
Tim KPK juga turut menangkap sejumlah pihak lainnya di Semarang, yakni Ani, Yanto dan Yuni selaku Bendahara Balai Ditjen Perkeretaapian Jawa Tengah.
Selain di Semarang, tim KPK juga menangkap sejumlah pihak lainnya yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak swasta di Jakarta. "Diamankan di Jakarta: Muhamad, Dion (swasta) dan Fadly (PPK)," ujar sumber di internal KPK.
Tim KPK menemukan barang bukti berupa uang ratusan juta rupiah dan pecahan dolar Amerika Serikat dalam kegiatan dimaksud. "BB [barang bukti] uang sementara kurang lebih Rp350 juta, serta ATM berisi sekitar Rp300 juta, uang sebesar Rp900 juta untuk PPK Makasar dan US$20.000 untuk pihak lain. Saat ini masih dimintai keterangan di Polrestabes Semarang," kata sumber tersebut.
Lembaga antirasuah mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap tersebut.(rfk/ind)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.