faktakalbar

Oknum Salah Seorang Kades di Sanggau Diduga Pungli Pemasangan Listrik Desa

Penulis: Redaksi Friday, 25 October 2024 📖 1 menit
Oknum Salah Seorang Kades di Sanggau Diduga Pungli Pemasangan Listrik Desa

SANGGAU- Salah seorang oknum  Kepala Desa ,di  Kecamatan Tayang Hilir berinisial KL, diduga terlibat dalam kasus pungutan liar (pungli) terkait program pemasangan listrik.

Berdasarkan keterangan warga kepada Fakta Kalbar yang minta namanya dipanggil dedi (bukan nama sebenarnya,red) , oknum Kades KL  tersebut diduga meminta sejumlah uang kepada warga dengan dalih untuk keperluan pemasangan listrik PLN, namun dana tersebut tidak disetorkan kepada PLN.

Hingga kini, ratusan rumah telah ditarik iurannya oleh sang oknum kepala desa, namun program pemasangan listrik ini terealisasi sangat lambat. “Kami diminta bayar dengan alasan untuk diberikan ke PLN, tapi ternyata uangnya tidak sampai ke PLN,harusnya sudah terpasang banyak saat Desember, cuman Mei sama Maret masih lanjut pemasangan." beber Dedi.

Dedi juga menambahkan bahwa kepala desa tersebut menarik sekitar Rp3,6 juta dari warga. Dedi mengatakan uang yang dikumpulkan cukup besar, "uang yang dipegang kepala desa sampai satu miliar lebih".ujar dedi

''Kepala desa ini dugaan saya dapat keuntungan kemungkinan sebesar tiga ratus sampai 4 ratus juta karena yang dari pemasangan listrik ini,'' duga Dedi.

Fakta Kalbar pada Rabu (23/10) menghubungi (chatt) wa LK untuk mengkonfirmasi dugaan kasus yang menerpanya.Namun chatt centang satu. Call dilakukan setelahnya dan hanya muncul notifikasi memanggil.

Lalu pada Kamis (24/10) pagi chatt wa centang dua, tapi tidak direspon.Siangnya Fakta Kalbar kembali melakukan panggilan, namun kembali notifikasi memanggil.

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Warga berharap ada kejelasan dan penyelesaian terkait pemasangan listrik ini. (amb)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK