Mensos Ungkap 12 Juta Data Baru BKKBN Belum Terverifikasi, Ini Penyebab Desil Bansos Berubah
Mensos Gus Ipul mengungkap penyebab desil bansos berubah. Sekitar 12 juta data baru BKKBN masuk sebelum diverifikasi dan kini sedang diperbaiki pemerintah.
Faktakalbar.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap penyebab perubahan desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sempat terjadi secara signifikan.
Perubahan tersebut terjadi setelah sekitar 12 juta data baru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) masuk, tetapi belum melalui proses verifikasi dan validasi secara menyeluruh.
Gus Ipul mengatakan kondisi tersebut sempat membuat data desil mengalami perubahan atau “loncat-loncat”. Pemerintah kemudian melakukan penataan kembali terhadap data tersebut.
12 Juta Data BKKBN Masuk ke DTSEN
Gus Ipul menjelaskan, pemutakhiran DTSEN dilakukan dengan menggabungkan data dari berbagai sumber, termasuk data dari BKKBN dan pemerintah daerah.
Namun, masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN yang belum diverifikasi dan divalidasi menyebabkan perubahan pada pengelompokan desil.
“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat,” kata Gus Ipul di Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.
Menurutnya, data tersebut kini sudah mulai distabilkan, dirapikan, serta melalui proses verifikasi dan validasi.
Pemerintah memperkirakan dalam satu hingga dua minggu ke depan, kualitas data akan semakin akurat.
Desil DTSEN Volume 3 Sudah Dikoreksi
Perubahan desil sebelumnya terjadi pada DTSEN Volume 3.
Kondisi tersebut kini telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data untuk meningkatkan akurasi pengelompokan kesejahteraan masyarakat.
Pemutakhiran juga dilakukan dengan melibatkan berbagai sumber data dan pemerintah daerah.
Desil Berubah Bukan Berarti Bansos Langsung Dicoret
Gus Ipul menegaskan masyarakat tidak perlu langsung khawatir apabila mendapati perubahan desil.
Perubahan desil tidak otomatis membuat seseorang dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos).
Penyaluran bansos tetap menunggu proses penetapan penerima pada masing-masing periode penyaluran.
“Tidak otomatis (bansos) hilang karena kita belum menyalurkan,” ujar Gus Ipul.
Dengan demikian, masyarakat yang mengalami perubahan desil tetap perlu menunggu proses pemutakhiran dan penetapan penerima bansos sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Terus Perbaiki Data Bansos
Pemutakhiran DTSEN dilakukan agar bantuan sosial dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria.
Data yang lebih akurat diharapkan dapat mengurangi kesalahan sasaran dalam penyaluran bantuan, termasuk masyarakat yang seharusnya menerima bantuan tetapi belum tercatat atau sebaliknya.
Gus Ipul memastikan proses perapian, verifikasi, dan validasi data masih terus berjalan.
Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait perubahan data dan status bansos, terutama setelah proses pemutakhiran DTSEN selesai dilakukan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.