faktakalbar

Mahasiswa Udinus Tewas Dibacok Gangster

Penulis: Redaksi Thursday, 19 September 2024 📖 1 menit
Mahasiswa Udinus Tewas Dibacok Gangster
SEMARANG - Seorang mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) asal Jepara, Muhammad Tirza Nugroho Hermawan (21), tewas setelah diserang oleh sekelompok pemuda yang diduga anggota gangster. Kejadian tragis ini terjadi di Jalan Kelud Raya, Sampangan, Kota Semarang, pada Selasa (17/9/2024) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Korban yang merupakan mahasiswa semester VII Udinus diserang saat melintas di depan SPBU Bendan Ngisor bersama rekannya, Anugrah Maulana, yang juga berasal dari Jepara. Menurut saksi mata, Arif, yang berada di sekitar lokasi, gerombolan tersebut berjumlah sekitar 5-7 motor dan tampaknya mereka semua berboncengan. “Gerombolan kurang lebih 5 sampai 7 motor. Kayaknya boncengan semuanya,” ungkapnya. Arif menyaksikan kelompok pemuda itu datang dari arah Kaligarang, berhenti di depan SPBU, lalu bergerak menuju arah perempatan Taman Sampangan. Beberapa saat kemudian, terdengar suara keributan seperti orang tawuran. “Terus terdengar ada teriakan-teriakan kayak ribut orang tawuran,” tambahnya. Arif menyebutkan bahwa korban sempat meminta ampun, namun para pelaku tetap menyerangnya tanpa belas kasihan. “Yang bacok-bacok dua orang, pakai alat senjata tajam Korban sempat minta ampun, ampun, tapi masih terus dibacok-bacok,” ujar Arif. Warga yang berada di sekitar lokasi tidak berani mendekat karena khawatir dengan keberingasan para pelaku yang membawa senjata tajam. Baru setelah gerombolan tersebut melarikan diri, warga mulai berani mendekat dan memberikan pertolongan. “Setelah gerombolan itu tidak ada, saya baru berani mendekat, lihat korban, sudah berdarah-darah,” kata Arif lagi. Sayangnya, saat petugas ambulan tiba dan memeriksa kondisi korban, Tirza dinyatakan telah meninggal dunia. Polrestabes Semarang segera melakukan penyelidikan atas kejadian ini, dengan Tim Inafis dan Reskrim dikerahkan untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Aris Munandar, memimpin jalannya penyelidikan, namun belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. (amb)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK