Lansia di Melawi Ditemukan Meninggal di Kebun yang Terbakar
Faktakalbar.id - Seorang lansia bernama Untui (68), warga Dusun Kayu Baung, Desa Pemuar, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, ditemukan meninggal dunia di kebunnya yang terbakar pada Minggu (20/9/2026).
Faktakalbar.id - Seorang lansia bernama Untui (68), warga Dusun Kayu Baung, Desa Pemuar, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, ditemukan meninggal dunia di kebunnya yang terbakar pada Minggu (20/9/2026).
Korban ditemukan oleh keluarganya setelah kebakaran diketahui terjadi di kebun yang berada di samping Jalan Provinsi Nanga Pinoh-Sintang, Dusun Labang, Desa Labang, Kecamatan Belimbing.
Kapolsek Belimbing Ipda Jeffri Manurung mengatakan, sebelum ditemukan meninggal, Untui sempat berpamitan kepada istrinya untuk pergi ke kebun sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban disebut hendak memberi makan kucing peliharaannya yang sudah sekitar tiga hari tidak diberi makan.
Sekitar pukul 15.00 WIB, seorang warga bernama Jinal melihat kebakaran di area kebun korban.
Jinal kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada Alex yang merupakan mantan menantu korban.
Alex lalu meminta anaknya, Hendra, untuk mengecek kondisi kebun tersebut.
Dari tepi jalan, Hendra melihat kebun milik kakeknya dalam kondisi terbakar.
Hendra kemudian kembali ke rumah untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada neneknya.
Saat itu, neneknya menyampaikan bahwa Untui telah pergi ke kebun sekitar satu jam sebelumnya.
Hendra kemudian kembali menuju lokasi untuk memastikan keberadaan korban.
Di dalam kebun, Hendra menemukan Untui dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan tubuh terbakar.
Korban ditemukan tidak jauh dari sepeda motor miliknya yang juga ikut terbakar dalam kejadian tersebut.
Saat Hendra tiba di lokasi, api di sekitar korban telah padam.
Jenazah Untui kemudian dievakuasi oleh keluarga bersama warga setempat.
Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Puskesmas Pemuar.
Keterangan mengenai kronologi lengkap kejadian serta penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.