Kualitas Udara Ulak Muid Melawi Dilaporkan Berbahaya, Asap Karhutla Picu Kekhawatiran Warga
Faktakalbar.id - Kualitas udara di Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, dilaporkan masuk kategori berbahaya akibat tingginya paparan partikel halus PM2.5 dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Faktakalbar.id - Kualitas udara di Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, dilaporkan masuk kategori berbahaya akibat tingginya paparan partikel halus PM2.5 dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah kebakaran yang melanda Dusun Sulub Permai pada 13 Oktober 2026 dan dilaporkan menghanguskan ratusan hektare semak belukar serta perkebunan kelapa sawit milik warga.
Informasi mengenai kualitas udara tersebut disampaikan melalui keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi yang menyebut kondisi udara di Desa Ulak Muid berada dalam kategori berbahaya.
Partikel PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Paparan asap dalam konsentrasi tinggi perlu diwaspadai, terutama oleh anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau gangguan jantung.
Kondisi udara yang memburuk juga dapat berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat, khususnya warga yang tinggal dekat lokasi kebakaran.
Di Dusun Sulub Permai, api dilaporkan membakar semak belukar dan perkebunan kelapa sawit hingga mendekati kawasan permukiman.
Menurut kesaksian warga, kebakaran diduga bermula dari lahan kosong di Desa Maris Permai sebelum merambat ke wilayah Desa Ulak Muid.
Penyebab kebakaran tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Meluasnya api dan keberadaan kabut asap membuat upaya pemadaman serta pemantauan kualitas udara menjadi dua hal penting bagi keselamatan masyarakat.
Warga di wilayah terdampak perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menutup pintu dan jendela saat udara luar memburuk, serta menggunakan pembersih udara dalam ruangan jika tersedia.
Masker respirator seperti N95 atau KN95 dapat membantu mengurangi paparan partikel halus apabila digunakan dengan benar dan terpasang rapat, tetapi tidak melindungi pemakainya dari seluruh gas berbahaya dalam asap.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.