Krisis Air Paksa Pemadaman Karhutla Bengkayang Mandek, Pasokan Water Tank Dikerahkan
Faktakalbar.id - Operasi pemadaman kebakaran lahan gambut di Dusun Persak, Desa Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang terpaksa dihentikan sementara akibat minimnya pasokan sumber air di sekitar lokasi kejadian. Kondisi kekeringan di area Sungai Raya Kep…
Faktakalbar.id - Operasi pemadaman kebakaran lahan gambut di Dusun Persak, Desa Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang terpaksa dihentikan sementara akibat minimnya pasokan sumber air di sekitar lokasi kejadian.
Kondisi kekeringan di area Sungai Raya Kepulauan tersebut membuat tim pemadam gabungan kesulitan mendapatkan suplai air untuk membasahi struktur tanah.
Tim gabungan menjadwalkan ulang kelanjutan operasi penyiraman darat pada Sabtu, 12 September 2026 dengan mengerahkan armada bantuan.
Guna mengatasi krisis air tersebut, tangki air water tank pinjaman dari BPBD Kabupaten Bengkayang diterjunkan ke titik kritis kebakaran.
Kehadiran armada penampung air berkapasitas besar ini difungsikan untuk menjamin kelancaran pasokan air hingga proses pendinginan tuntas.
"Karakter lahan gambut membutuhkan penanganan yang berbeda. Karena itu, kami mencoba penggunaan X-Fire untuk melihat efektivitasnya dalam memadamkan api dan mengurangi potensi api kembali menyala," kata Kapolres Bengkayang Syahirul Awab.
Keterbatasan fasilitas sumber air di lokasi terpencil kerap menjadi penghambat utama percepatan pemadaman karhutla perdesaan.
Petugas di lapangan berupaya memetakan ceruk air alami atau anak sungai terdekat yang masih memiliki pasokan air memadai.
Pengawasan di sekitar perimeter pemukiman warga tetap ditingkatkan untuk mencegah rembetan api selama operasi pemadaman dihentikan sementara.
Dukungan sarana penunjang dari lembaga kebencanaan daerah menjadi kunci utama penuntasan pemadaman lahan gambut tersebut.
Penyiraman secara masif diprioritaskan pada titik-titik yang masih menghembuskan asap pekat di sepanjang kawasan perkebunan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.