faktakalbar

Dari 10 Kg Jadi 250 Kg Per Hari! Kisah Sukses Wahyudin, Perajin Tahu Bengkayang Binaan Bank Kalbar

Ketekunan lebih dari dua dekade membuahkan hasil manis bagi Wahyudin, pelaku usaha Produksi Tahu asal Kabupaten Bengkayang. Sejak merintis usaha pada tahun 2002, ia kini berhasil mengembangkan usahanya hingga 25 kali lipat berkat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Kalbar.

Penulis: Tim FK Thursday, 22 October 2026 📖 2 menit
Dari 10 Kg Jadi 250 Kg Per Hari! Kisah Sukses Wahyudin, Perajin Tahu Bengkayang Binaan Bank Kalbar

Faktakalbar.id - Pengusaha tahu asal Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang Wahyudin berhasil menggenjot kapasitas produksi hingga 250 kilogram per hari usai memperoleh suntikan modal usaha.

Peningkatan kapasitas produksi tersebut melonjak tajam dibanding awal perintisan usaha yang hanya memproduksi 10 kilogram tahu per hari.

Keterbatasan modal awal sempat membuat usaha olahan kedelai tersebut kesulitan dalam memenuhi tingginya permintaan pasar lokal.

Melihat tingginya potensi pasar lokal Wahyudin kemudian memberanikan diri mengajukan Kredit Usaha Rakyat kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat.

Suntikan pembiayaan modal kerja dari perbankan tersebut menjadi titik balik dalam percepatan ekspansi skala produksi pabrik tahu miliknya.

Pabrik tahu lokal tersebut kini beroperasi secara rutin setiap hari mulai pagi hingga sore hari.

Hasil produksi tahu berkualitas tersebut kini tidak hanya mendistribusikan pasokan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Kecamatan Sanggau Ledo.

Jangkauan pemasaran olahan tahu tersebut kini telah meluas hingga ke wilayah Kecamatan Seluas dan kawasan pusat Kota Bengkayang.

Produk pangan olahan ini bahkan mampu menembus kawasan beranda terdepan negara di wilayah perbatasan Kecamatan Jagoi Babang.

Kehadiran pabrik olahan tahu tersebut turut menyerap tenaga kerja lokal serta memperkuat ketahanan pangan warga di kawasan perbatasan.

Pengembangan sarana produksi tahu ini juga membantu memenuhi kebutuhan protein nabati masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Wahyudin mengimbau para pelaku UMKM daerah untuk tidak ragu dalam memperluas jangkauan pemasaran serta kapasitas produksi usahanya.

“Pesan saya untuk masyarakat, jangan ragu untuk melebarkan sayap dan jangan ragu untuk berekspansi usahanya. Kalau butuh modal usaha, ada Bank Kalbar. Bank Kalbar adalah Bank Kite Punye Kite.”

Sektor usaha mikro di kawasan perbatasan membutuhkan kemudahan akses permodalan demi mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

Keberhasilan ekspansi usaha ini membuktikan besarnya potensi pasar olahan makanan di wilayah terluar Kalimantan Barat.

Pemerataan akses pembiayaan perbankan diharapkan terus mendorong munculnya wirausaha baru di kawasan perbatasan negara.

Dukungan lembaga keuangan daerah menjadi kunci penting dalam memajukan rantai pasok industri olahan pangan lokal.

Penguatan modal kerja terbukti mampu menaikkan kelas para pelaku usaha kecil di wilayah kabupaten terdepan.

Sinergi pembiayaan perbankan daerah dan pelaku usaha mikro diyakini sanggup menggerakkan roda perekonomian masyarakat perbatasan.

(*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK