Korban Kekerasan Anak Bos Toko Roti Ungkap Aksi Brutal: "Saya Dilempari Barang Sampai Kepala Berdarah"
JAKARTA- Pegawai toko roti, Dwi Ayu Darmawati (19), mengungkapkan pengalaman pahit yang dialaminya saat bekerja di sebuah toko roti di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Pada 17 Oktober 2024 pukul 21.00 WIB, Dwi menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh anak pemilik toko tempatnya bekerja.
Dalam rapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (17/12), Dwi menceritakan kronologi kejadian yang bermula dari permintaan pelaku agar makanan yang dipesannya melalui layanan antar diantarkan langsung ke kamar pribadinya. Namun, Dwi menolak karena merasa hal tersebut bukan bagian dari tugasnya sebagai karyawan.“Saya menolak karena itu bukan bagian dari tugas saya,” ungkap Dwi.
Penolakan tersebut ternyata memicu kemarahan pelaku. Sebelumnya, pelaku juga dikabarkan sering melontarkan kata-kata kasar kepada Dwi.
“Kata-kata kasar seperti ‘orang miskin’ dan ‘babu’. Dia juga bilang, ‘Orang miskin kayak elu gak bisa masukin gua ke penjara, gua ini kebal hukum,’” tambahnya.
Situasi memanas ketika Dwi tetap bersikeras menolak permintaan tersebut. Pelaku kemudian melemparkan berbagai barang ke arah Dwi, mulai dari patung, bangku, hingga mesin EDC.
Ketika Dwi mencoba mengambil tas dan telepon genggamnya yang tertinggal di dalam ruangan, serangan pun berlanjut. Barang-barang seperti kursi dan loyang kue dilempar hingga mengenai kepala Dwi, menyebabkan luka berdarah.
“Saya kabur ke belakang, ke area oven, tapi tetap dilempari barang-barang. Akhirnya kepala saya kena loyang kue sampai berdarah,” ujar Dwi sambil menahan tangis.
Dwi sempat berpikir untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Namun, niat itu dihalangi oleh adik pelaku. Bersama rekan-rekan kerja lainnya, Dwi meminta dibuatkan perjanjian tertulis agar ia tidak lagi diminta melayani permintaan pribadi pelaku. Sayangnya, kekerasan tetap terjadi.
Kisah Dwi Ayu Darmawati menarik perhatian publik karena memperlihatkan dugaan arogansi pelaku sebagai anak pemilik toko, termasuk ancaman bahwa ia “kebal hukum.” Peristiwa ini pun menjadi sorotan Komisi III DPR RI, yang tengah mendalami kasus tersebut.
Dwi berharap agar mendapatkan keadilan atas peristiwa kekerasan yang menimpanya. “Saya hanya ingin keadilan,” tutupnya.(rfn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.