faktakalbar

Kekeringan Melanda Bima, Ratusan Warga Krisis Air Bersih

Bencana kekeringan mulai melanda wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dan berdampak langsung pada pasokan air warga setempat.

Penulis: Natash Thursday, 27 August 2026 📖 1 menit
Kekeringan Melanda Bima, Ratusan Warga Krisis Air Bersih
Petugas menyalurkan bantuan air bersih dari truk tangki untuk warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bima. (Dok. Ist)

Faktakalabr.id - Bencana kekeringan mulai melanda wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dan berdampak langsung pada pasokan air warga setempat.

Kondisi darurat air bersih ini mengancam sedikitnya 148 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa di Kecamatan Palibelo.

Empat wilayah yang terdampak krisis air meliputi Desa Tonggondoa, Desa Belo, Desa Dore, serta Desa Nata.

Warga di desa-desa tersebut mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian sejak Selasa (25/8/2026) malam.

Sebagai langkah darurat, bantuan air bersih sebanyak 20.000 liter telah disalurkan menuju lokasi permukiman warga.

Truk tangki pengangkut air didatangkan secara bertahap untuk mengisi penampungan sementara milik masyarakat.

Kekeringan ini menjadi salah satu fokus penanganan bencana kekeringan selain ancaman karhutla yang merata di berbagai daerah.

Masyarakat di kawasan terdampak imbau untuk menghemat penggunaan air selama pasokan belum kembali normal.

"Apabila terjadi hujan, warga dapat memanen air hujan untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan air," terang imbauan resmi dari pihak BNPB.

Penampungan air hujan dianggap menjadi solusi alternatif efektif guna menjaga cadangan air keluarga.

Pemerintah daerah bersama petugas kebencanaan terus memantau perkembangan ketersediaan sumber air di wilayah Bima.

Penyaluran air bersih lanjutan bakal disesuaikan dengan tingkat kebutuhan warga di lapangan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK