faktakalbar

Kebakaran Lahan di Nanga Ella Hilir Tak Padam Sepekan Warga Minta Bantuan Alat Berat

Faktakalbar.id - Kebakaran lahan di Desa Nanga Ella Hilir, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat terus meluas usai gagal dipadamkan warga selama hampir sepekan pada Selasa, 15 September 2026.

Penulis: Natash Wednesday, 16 September 2026 📖 1 menit
Kebakaran Lahan di Nanga Ella Hilir Tak Padam Sepekan Warga Minta Bantuan Alat Berat

Faktakalbar.id - Kebakaran lahan di Desa Nanga Ella Hilir, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat terus meluas usai gagal dipadamkan warga selama hampir sepekan pada Selasa, 15 September 2026.

Sulitnya menembus titik api di lokasi karhutla membuat warga mendesak penanganan teknis menggunakan armada alat berat.

Masyarakat mengusulkan pembukaan jalur sekat bakar menggunakan bulldozer guna memutus rantai perambatan api ke area vegetasi lainnya.

Metode lokalisasi menggunakan alat berat dinilai sebagai satu-satunya cara efektif untuk menghentikan laju api yang terus menjalar secara agresif.

Minimnya sarana pemadam darat membuat pemadaman secara manual yang dilakukan warga selama berhari-hari menjadi tidak maksimal.

Pergerakan angin yang kencang ditambah kondisi lahan kering berpotensi memperluas area kebakaran jika tidak segera dibuatkan garis pemisah.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah beserta otoritas terkait untuk segera menurunkan bantuan armada penanggulangan bencana ke lokasi kejadian.

Tanpa adanya intervensi alat berat, kobaran api diprediksi bakal terus merembet mendekati kawasan pemukiman warga setempat.

Representasi masyarakat setempat menegaskan urgensi kedatangan bantuan penanganan teknis di lapangan agar bencana tidak semakin membesar.

"Warga berharap pemerintah daerah dan pihak berwenang segera turun tangan untuk membantu penanganan kebakaran agar api tidak semakin meluas," ungkap seorang warga.

Kedatangan unit pemadam gabungan beserta alat berat sangat dinantikan guna membuat sekat bakar permanen di sekeliling titik api.

Pencegahan meluasnya area kebakaran menjadi prioritas utama demi menghindari kerugian material dan kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK