Kasus Kekerasan Seksual Sekolah Rakyat Pontianak, Keamanan Lingkungan Pendidikan Disorot
Faktakalbar.id - Pengawasan dan sistem keamanan di lingkungan Sekolah Rakyat Kota Pontianak mendapat sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Pusat Ormas Mangkok Merah Kalimantan Barat.
Faktakalbar.id - Pengawasan dan sistem keamanan di lingkungan Sekolah Rakyat Kota Pontianak mendapat sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Pusat Ormas Mangkok Merah Kalimantan Barat.
Sorotan tersebut mencuat usai dugaan penanganan kasus kekerasan seksual yang menimpa murid SD berusia 8 tahun sejak Juli 2026 dinilai lamban oleh keluarga korban.
Ormas Mangkok Merah Kalbar mendesak agar pihak pengelola sekolah bersama Dinas Sosial Kota Pontianak memperketat sistem perlindungan anak di lingkungan asrama pendidikan.
Ketua DPP Ormas Mangkok Merah Kalbar Iyen Bagago menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah penegakan hukum yang transparan dan adil sesuai aturan perundang-undangan.
“Kami mendukung agar kasus ini diproses sesuai aturan yang berlaku. Orang tua menitipkan anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, sehingga kejadian seperti ini sangat disayangkan,” katanya.
Iyen menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi bersama tim kuasa hukum HWCI Kalbar dalam memantau perkembangan penyidikan perkara yang melibatkan tiga terduga pelaku anak tersebut.
Pihaknya berharap institusi pendidikan dapat menjamin keamanan mental dan fisik para siswa selama menjalani proses pembelajaran di asrama sekolah.
Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengawasan dinilai mendesak agar insiden serupa tidak kembali berulang di lembaga pendidikan Kota Pontianak.
Penanganan perkara ini diharapkan tetap mengutamakan pemenuhan hak perlindungan serta pemulihan psikologis anak korban kekerasan secara optimal.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.