Dugaan Pelecehan di Sekolah Rakyat, Wali Kota Pontianak Minta Investigasi Sampai Tuntas
Faktakalbar.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta dugaan aksi pelecehan serta kekerasan yang menimpa siswa di lingkungan Sekolah Rakyat Pontianak diusut tuntas secara menyeluruh.
Faktakalbar.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta dugaan aksi pelecehan serta kekerasan yang menimpa siswa di lingkungan Sekolah Rakyat Pontianak diusut tuntas secara menyeluruh.
Kepala daerah tersebut telah menginstruksikan Dinas Sosial bersama Dinas Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana untuk segera turun tangan memproses laporan tersebut.
Langkah investigasi internal ini dilakukan secara berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) serta aparat kepolisian dari Polresta Pontianak.
Kasus dugaan kekerasan ini menjadi perhatian serius mengingat sistem pengawasan asrama tempat siswa tinggal dinilai memiliki tingkat kerentanan yang tinggi.
Pihak pemerintah daerah menyoroti skema menggabungkan lokasi menginap peserta didik jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu lingkungan kawasan asrama.
“Saya sudah mendengar ini beberapa waktu yang lalu dan sudah memerintahkan Kadis Sosial sama Dinas Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana itu untuk melakukan investigasi,” ujar Edi, Jumat (30/10/2026).
Edi menekankan bahwa pembentukan sistem pengawasan di lingkungan asrama sekolah wajib diterapkan secara ketat dan humanis demi menjaga keamanan para siswa.
“Karena boarding, mereka menginap. SD, SMP, SMA dicampur di satu lingkungan. Kalau pengawasannya tidak ketat dan tidak humanis, ini memang sangat rentan,” ungkapnya.
Penelusuran menyeluruh atas laporan dugaan kekerasan ini diharapkan dapat memperbaiki skema pengasuhan dan pengawasan anak di asrama Sekolah Rakyat Pontianak secara berkelanjutan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.