faktakalbar

Karhutla Kalimantan Meluas, BNPB Kerahkan Puluhan Helikopter dan Modifikasi Cuaca

BNPB memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan dengan mengerahkan 30 helikopter, operasi modifikasi cuaca, pompa air, dan dukungan pemadaman darat.

Penulis: Clara Monday, 24 August 2026 📖 2 menit
Karhutla Kalimantan Meluas, BNPB Kerahkan Puluhan Helikopter dan Modifikasi Cuaca
Helikopter melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. BNPB mengerahkan puluhan helikopter dan kembali mengintensifkan operasi modifikasi cuaca untuk mengendalikan karhutla. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menyusul meningkatnya titik panas dan sebaran asap dalam sepekan terakhir.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah kembali mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), menambah armada udara, serta memperkuat personel dan peralatan pemadaman di darat.

Menurut Suharyanto, peningkatan aktivitas karhutla terutama terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya curah hujan alami selama hampir sepekan terakhir sehingga kebakaran lebih mudah meluas dan asap bertahan di sejumlah wilayah.


OMC Kembali Diintensifkan

BNPB menjadikan OMC sebagai salah satu prioritas untuk membantu proses pemadaman. Berdasarkan evaluasi teknis bersama BMKG dan kondisi ketersediaan awan, penyemaian awan menggunakan garam dapat kembali dilakukan secara intensif di wilayah Kalimantan.

Pemerintah berharap hujan buatan tersebut dapat turun di wilayah yang membutuhkan sehingga membantu membasahi area terbakar sekaligus mempercepat pemadaman.

Namun, pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan di seluruh wilayah secara bersamaan. Di Kalimantan Selatan, misalnya, OMC belum dapat dilaksanakan karena belum terdapat pertumbuhan awan yang memenuhi syarat untuk menjadi target penyemaian.


30 Helikopter Disiagakan di Kalimantan

Selain modifikasi cuaca, BNPB juga menambah dukungan dari udara. Sebanyak 30 unit helikopter disiagakan di Kalimantan untuk mendukung operasi water bombing dan patroli udara.

Sementara itu, 22 helikopter lainnya disiagakan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Sumatera. Jumlah armada tersebut masih dapat ditambah sesuai kebutuhan di lapangan dan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan pemadaman dari darat, termasuk alat pelindung diri (APD), pompa air bertekanan tinggi, serta mobil tangki air hingga 100 unit untuk setiap provinsi sesuai kebutuhan.

Api di Lahan Gambut Masih Bisa Membara

Suharyanto menjelaskan, penanganan karhutla di Kalimantan memiliki tantangan tersendiri karena banyak kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut.

Permukaan lahan yang terlihat telah padam belum tentu menunjukkan bahwa seluruh api sudah benar-benar mati. Bara dapat tetap berada di bawah permukaan gambut dan kembali muncul ketika kondisi kembali kering.

Karena itu, hujan dengan intensitas yang cukup menjadi salah satu faktor penting untuk membasahi kembali lahan gambut dan membantu memadamkan bara yang masih tersimpan.


Presiden Minta Penanganan Dipercepat

Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi karhutla di Kalimantan. Setelah meninjau sejumlah wilayah terdampak di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Presiden Prabowo menginstruksikan agar kebutuhan operasional tim gabungan di lapangan dipenuhi.

Penguatan tidak hanya dilakukan melalui pemadaman udara, tetapi juga dengan menambah peralatan pemadaman darat, pompa, mobil tangki, serta kebutuhan lainnya untuk mempercepat pengendalian kebakaran.

BNPB berharap kombinasi pemadaman dari udara, operasi darat, dan modifikasi cuaca dapat menekan penyebaran karhutla sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK