faktakalbar

Kabut Asap dan TKA Jadi Perhatian, Disdikbud Kalbar Bahas Kesiapan Pembelajaran Siswa

Faktakalbar.id - Dampak kabut asap terhadap kegiatan belajar serta persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi bagian dari pembahasan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat dalam FGD di Kota Singkawang, Senin (21/9/2026).

Penulis: Natash Wednesday, 23 September 2026 📖 2 menit
Kabut Asap dan TKA Jadi Perhatian, Disdikbud Kalbar Bahas Kesiapan Pembelajaran Siswa
Sejumlah pelajar di tegah kepungan kabut asap. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Dampak kabut asap terhadap kegiatan belajar serta persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi bagian dari pembahasan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat dalam FGD di Kota Singkawang, Senin (21/9/2026).

Forum yang berlangsung di Aula Kartini Disdikbud Kota Singkawang tersebut membahas sejumlah langkah untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Iwan Kurniawan mengatakan pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi agar kondisi tersebut tidak mengganggu kesempatan belajar peserta didik.

Pembahasan juga mencakup langkah untuk mengantisipasi dampak kondisi udara terhadap konsentrasi siswa selama proses pembelajaran.

“Sehingga kita perlu percepatan langkah-langkah untuk meningkatkan kompetensi siswa,” ujarnya.

Selain kabut asap, forum tersebut membahas persiapan menghadapi tahapan evaluasi pendidikan yang akan segera berlangsung.

Kepala Disdikbud Kota Singkawang Asmadi mengatakan persiapan pelaksanaan TKA menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam forum tersebut.

“Itu juga harus dibahas dalam FGD ini,” kata Asmadi.

Menurut Asmadi, pembahasan bersama diperlukan agar pemerintah daerah memiliki pemahaman dan strategi yang dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai agenda pendidikan.

FGD tersebut juga membahas peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Selain itu, revitalisasi program pendidikan dan optimalisasi digitalisasi sekolah menjadi agenda lain yang dibicarakan dalam forum.

Plt Kepala Disdikbud Provinsi Kalimantan Barat Syarif Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan forum tersebut dimanfaatkan untuk bertukar pengalaman terkait pengelolaan pendidikan di masing-masing wilayah.

“Kita diskusikan di FGD ini untuk mencari solusi bersama,” katanya.

Ia mengatakan pengalaman dari daerah yang telah menjalankan program tertentu dapat menjadi referensi bagi kabupaten dan kota lainnya.

“Kita bahas satu-satu mengenai pengalaman masing-masing kabupaten/kota yang sudah baik. Mungkin bisa ditiru dan mudah-mudahan bisa menjadi solusi di setiap kabupaten/kota,” ujarnya.

Sementara itu, Iwan menilai kesamaan langkah antarpemerintah daerah penting agar peningkatan mutu pendidikan tidak dilakukan secara terpisah.

“Target yang kita inginkan adalah kesamaan langkah dan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kalbar, dimulai secara bersama-sama sehingga tidak parsial,” kata Iwan.

Pembahasan mengenai kabut asap menjadi relevan karena kondisi udara dapat memengaruhi aktivitas pembelajaran di sekolah.

Pemerintah daerah didorong menyiapkan mitigasi agar proses pendidikan tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan peserta didik.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK