Jangan Salah Diagnosis! Perut Kembung Ekstrem Bisa Jadi Gejala SIBO, Bukan Maag
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Banyak dari kita yang sering merasa "begah" atau perut terasa penuh meski hanya menyantap makanan dalam porsi kecil.
Reaksi pertama biasanya adalah menyalahkan asam lambung atau
maag
.
Namun, tahukah Anda? Kondisi
perut kembung
yang membandel bisa jadi bukan berasal dari lambung, melainkan akibat ulah bakteri di usus halus.
Mengenal SIBO: Si Pencuri Kenyamanan Perut
Baca Juga:
Maag Kambuh: Kenapa Habis Makan Justru Mual Hebat dan Rasanya Mau Pingsan? Ini Jawabannya
Fenomena ini dikenal dengan istilah
Small Intestinal Bacterial Overgrowth
(SIBO).
Secara alami, usus halus manusia seharusnya relatif steril atau hanya memiliki sedikit bakteri.
Masalah besar muncul ketika bakteri yang seharusnya menghuni usus besar justru "migrasi" dan berkembang biak secara berlebihan di usus halus.
Menurut praktisi manajemen layanan kesehatan, Aditya Surya Pratama, kondisi ini menyebabkan makanan yang baru masuk langsung difermentasi terlalu dini oleh bakteri tersebut. Hasilnya? Gas terbentuk lebih cepat, tekanan perut meningkat, dan Anda pun merasa kembung luar biasa.
Gejala yang Sering Mengecoh
Mengapa SIBO sulit dikenali? Karena gejalanya sangat mirip dengan gangguan pencernaan umum lainnya. Beberapa tanda yang perlu Anda waspadai antara lain:
Kembung ekstrem sesaat setelah makan.
Gas berlebih dengan aroma yang cenderung menyengat.
Diare atau konstipasi yang datang bergantian.
Gangguan penyerapan nutrisi, seperti kekurangan zat besi atau vitamin B12.
Kondisi ini sering kali berkaitan erat dengan penyakit lain seperti diabetes,
Irritable Bowel Syndrome
(IBS), hingga melambatnya gerakan usus (
motilitas
).
Solusinya Bukan Sekadar Probiotik
Satu hal yang perlu dicatat: SIBO tidak bisa disembuhkan hanya dengan mengonsumsi probiotik sembarangan. Karena masalah utamanya adalah "kelebihan bakteri", menambah bakteri baru (meskipun bakteri baik) terkadang justru bisa memperparah keadaan.
Diagnosis SIBO pun tidak bisa dilakukan melalui
USG
atau rontgen biasa, melainkan melalui
breath test
atau tes napas untuk mengukur kadar hidrogen dan metana. Penanganannya memerlukan pendekatan medis yang terarah, mulai dari pemberian antibiotik khusus hingga pengaturan pola makan rendah fermentasi.
Jadi, jika perut Anda sering terasa seperti balon yang siap meledak padahal hanya makan sedikit, saatnya berhenti menduga-duga dan segera konsultasikan ke ahli medis.
Baca Juga:
Bukan Cuma Telat Makan, Ini Bedanya Sakit Maag Akibat Pola Makan vs Stres Pikiran
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.