Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 2 Persen, Ini Penyebabnya
Harga minyak dunia turun lebih dari 2 persen pada perdagangan 24 Agustus 2026. Simak penyebab penurunan harga Brent dan WTI serta dampaknya bagi Indonesia.
Faktakalbar.id - Harga minyak dunia turun lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin (24/8/2026). Penurunan terjadi setelah investor melakukan aksi ambil untung menyusul kenaikan harga minyak dalam beberapa perdagangan sebelumnya.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun 2,35 persen menjadi US$92,17 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 2,35 persen menjadi US$85,01 per barel.
Penurunan harga minyak terjadi setelah kedua kontrak minyak tersebut sebelumnya mengalami penguatan selama beberapa sesi perdagangan. Investor kemudian memilih merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga yang telah terjadi.
Selain aksi ambil untung, pasar juga mencermati perkembangan terbaru terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran. Pemerintah AS memperluas sanksi ekonomi terhadap Iran sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan terhadap negara tersebut.
Namun, pelaku pasar menilai sanksi ekonomi terbaru belum memberikan dampak besar terhadap pasokan minyak dunia. Kondisi tersebut membuat kekhawatiran mengenai gangguan pasokan sedikit mereda.
Harga Minyak Bergerak Stabil
Memasuki perdagangan Selasa (25/8/2026), harga minyak dunia mulai bergerak stabil setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya.
Harga Brent sempat berada di sekitar US$91,82 per barel, sedangkan WTI berada di kisaran US$84,60 per barel. Pergerakan harga masih dipengaruhi perkembangan geopolitik dan respons pasar terhadap kebijakan terbaru AS.
Investor juga terus memperhatikan kemungkinan gangguan distribusi minyak di kawasan Timur Tengah, khususnya melalui Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting dalam perdagangan minyak dunia.
Ketegangan di kawasan tersebut masih menjadi faktor yang dapat mendorong perubahan harga minyak secara cepat. Apabila terjadi gangguan terhadap pengiriman minyak, kekhawatiran mengenai pasokan global berpotensi kembali meningkat.
Investor Masih Mencermati Iran
Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan perluasan sanksi yang menargetkan jaringan ekonomi Iran. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memberikan tekanan ekonomi sekaligus mendorong perubahan kebijakan Teheran.
Pasar masih menunggu bagaimana sanksi tersebut akan diterapkan dan seberapa besar pengaruhnya terhadap perdagangan minyak Iran.
Di sisi lain, Iran tetap memiliki hubungan perdagangan dengan sejumlah negara. Kondisi tersebut membuat investor menilai dampak sanksi terhadap pasokan minyak global belum sepenuhnya jelas.
Dampaknya bagi Indonesia
Pergerakan harga minyak dunia menjadi perhatian bagi Indonesia karena dapat memengaruhi biaya energi, transportasi, dan kegiatan industri.
Penurunan harga minyak global dapat mengurangi tekanan terhadap biaya impor energi. Namun, perubahan harga minyak dunia tidak secara otomatis membuat harga bahan bakar di dalam negeri ikut turun.
Harga energi di Indonesia juga dipengaruhi sejumlah faktor lain, seperti nilai tukar rupiah, kebijakan pemerintah, harga minyak mentah Indonesia, serta biaya distribusi.
Dengan kondisi geopolitik yang masih dinamis, harga minyak dunia diperkirakan tetap menjadi salah satu perhatian utama pasar dalam beberapa waktu ke depan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.