faktakalbar

Fokus Transisi Pemulihan, Pemerintah Targetkan Warga Terdampak Tak Lagi Tinggal di Tenda Saat Puasa

Penulis: Redaksi Monday, 19 January 2026 📖 2 menit
Fokus Transisi Pemulihan, Pemerintah Targetkan Warga Terdampak Tak Lagi Tinggal di Tenda Saat Puasa
Faktakalbar.id, NASIONAL - Penanganan darurat pascabencana di wilayah Sumatera terus menunjukkan perkembangan positif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penurunan jumlah warga yang mengungsi akibat bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatera Utara hingga Minggu (18/1/2026). Baca Juga: Selain Kebut Pembangunan Huntara, BNPB Juga Salurkan Dana Tunggu Hunian untuk Ribuan KK Fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, termasuk penyediaan hunian yang layak bagi warga terdampak. Angka Pengungsi Menurun, Korban Jiwa Nihil Berdasarkan data terkini, tidak ada penambahan laporan korban jiwa maupun orang hilang. Total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.199 orang, sedangkan korban hilang sebanyak 144 orang. Kabar baik datang dari pos pengungsian. Jumlah penduduk terdampak yang tinggal di pengungsian mengalami penurunan dari 154.973 jiwa menjadi 135.696 jiwa. Pengurangan signifikan tercatat di Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 19.988 jiwa. Namun, terdapat sedikit penambahan pengungsi di Kabupaten Nagan Raya sebanyak 711 jiwa. Target Hunian Sementara BNPB bersama pemerintah daerah terus menggenjot pembangunan hunian sementara (huntara) dengan target penyelesaian sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Dari total 50.367 unit rumah rusak berat, sebanyak 27.818 unit telah diajukan untuk pembangunan huntara. Saat ini, 6.063 unit huntara sedang dalam proses konstruksi, dan 871 unit telah rampung serta siap dihuni. Baca Juga: BNPB Rampungkan Pembangunan Huntara bagi 50 KK di Pidie Jaya Selain itu, proses transisi ke hunian tetap (huntap) juga berjalan, dengan 648 unit dari 11.736 pengajuan sedang dalam tahap pembangunan. “Dengan sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak, serta penguatan langkah mitigasi diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang,” bunyi laporan resmi BNPB. Distribusi Logistik Ribuan Ton Untuk menjamin kebutuhan dasar warga, distribusi logistik dilakukan secara masif melalui jalur darat, laut, dan udara. Sejak 29 November 2025 hingga 17 Januari 2026, total bantuan yang disalurkan mencapai 1.757,03 ton. Khusus pada 17 Januari 2026, distribusi logistik di Aceh mencapai 18 ton (gabungan udara dan darat), Sumatra Utara sebanyak 32,59 ton, dan Sumatra Barat sebanyak 2,84 ton. Dana Tunggu dan Modifikasi Cuaca Pemerintah juga mengoptimalkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang rumahnya belum rampung. Hingga pertengahan Januari 2026, bantuan DTH telah disalurkan kepada 2.695 kepala keluarga (KK) dari total 15.346 pengajuan. Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, bencana hidrometeorologi ini juga ditangani melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Baca Juga: BNPB Kebut Pembangunan 2.299 Huntara di Aceh Tamiang, Target Rampung Akhir Januari Jutaan kilogram bahan semai (Natrium Klorida dan Kalsium Oksida) telah ditebar di langit Aceh, Sumut, dan Sumbar melalui ribuan sorti penerbangan untuk mengendalikan curah hujan dan mencegah bencana susulan. BNPB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan terukur. (Natash)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK