Delegasi D8 Walk Out Saat Pidato Prabowo, Kemlu RI: Hal Biasa di Forum Internasional
JAKARTA
- Fenomena walk out sejumlah delegasi negara saat Presiden Prabowo Subianto berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D8) ke-11 di Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024), menjadi sorotan publik.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pun angkat bicara, menegaskan bahwa hal tersebut merupakan dinamika lumrah dalam forum internasional.
Juru Bicara Kemlu RI, Roy Soemirat, dalam keterangannya pada Minggu (22/12/2024), menjelaskan bahwa tindakan keluar-masuk ruangan selama pertemuan internasional adalah praktik umum.
Ia menepis spekulasi negatif terkait aksi walk out yang dilakukan sejumlah delegasi, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Roy memaparkan enam poin utama terkait situasi tersebut:
1. Hak Delegasi: Dalam forum internasional, setiap ketua delegasi memiliki hak untuk menentukan kehadirannya di ruangan sesuai jadwal kegiatan atau pertemuan bilateral yang berlangsung paralel.
2. Hal Lumrah: Keluar-masuk ruangan saat pertemuan berlangsung adalah hal biasa di berbagai forum internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
3. Tidak Terkait Isi Pidato: Kemlu RI tidak dapat berkomentar atas keputusan ketua delegasi negara lain untuk meninggalkan ruangan.
4. Pertemuan Bilateral: Presiden Prabowo tetap memiliki kesempatan untuk berdiskusi dengan para pemimpin negara lain sebelum dan sesudah KTT berlangsung.
5. Interaksi dengan Presiden Turki: Roy menegaskan hubungan baik antara Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan, yang terlihat dari interaksi bersahabat mereka selama makan siang usai KTT.
Walk out yang terjadi diduga berkaitan dengan paparan Presiden Prabowo mengenai isu Palestina dan Suriah. Namun, Kemlu RI menegaskan bahwa tidak ada indikasi aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Indonesia.
Roy juga menyoroti pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan yang berlangsung dalam suasana hangat dan saling menghormati.
“Kedua pemimpin berbincang secara bersahabat, termasuk saat duduk berdekatan dalam acara makan siang yang digelar setelah KTT,” ujar Roy.
Kemlu RI menilai spekulasi terkait aksi walk out ini tidak perlu dibesar-besarkan. Fokus utama Indonesia dalam KTT D8 adalah menyampaikan pandangan strategis terkait tantangan global, termasuk isu kemanusiaan dan stabilitas regional.
Pidato Presiden Prabowo di KTT D8, yang menekankan pentingnya solidaritas antarnegara berkembang dalam mengatasi tantangan global, tetap menjadi sorotan utama Indonesia di forum internasional. Meski menuai dinamika, pemerintah RI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama internasional dalam rangka mendukung perdamaian dan kemajuan global.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.