faktakalbar

Cuaca Ekstrem di Kalimantan Barat Masih Berpotensi Berlanjut

Penulis: Redaksi Saturday, 25 January 2025 📖 1 menit
Cuaca Ekstrem di Kalimantan Barat Masih Berpotensi Berlanjut

PONTIANAK
- Cuaca ekstrem telah terjadi pada sebagian besar wilayah Kalimantan Barat sejak tanggal 18 Januari 2025. Namun, gelombang atmosfer tropis masih aktif dan mengindikasikan potensi ini masih berlanjut.

Kepala Stasiun Meteorologi Supadio, Erika Mardiyanti menyampaikan bahwa seminggu ke depan mulai dari 24 – 30 Januari 2025, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga deras masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

Hujan intensitas lebat berpotensi terjadi pada periode 25 – 26 Januari 2025 di wilayah Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, dan Ketapang. Kemudian, pada periode 28 – 30 Januari 2025 di Sambas, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.

“Selain itu, diperkirakan terjadi peningkatan pasang air laut pada periode tanggal 28 – 30 Januari 2025 pukul 06.00 – 09.00 WIB di wilayah pesisir barat Kalimantan Barat yang dapat memicu terjadinya banjir rob atau banjir wilayah pesisir,” ujarnya, Kamis (23/1/2025).

Tanggal 24 – 26 Januari diperkirakan tinggi gelombang signifikan kategori sedang (1,25 – 2,5 meter) di Laut Natuna Utara. Potensi peningkatan tinggi gelombang pada 27 – 30 Januari. Selain itu, Perairan Kep. Karimata memiliki potensi kategori gelombang sedang.

Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 meter) berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Anambas, Perairan Kep. Natuna, Perairan Subi – Serasan, Laut Natuna, dan di utara Perairan Sambas.

Erika mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak bencana yang dapat terjadi, seperti banjir, banjir bandang, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, dan sambaran petir.

“Wilayah bertopografi curam atau berbukit patut waspada potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat, bahkan ekstrem yang terjadi dalam durasi panjang,” tutupnya. (
mro
)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK