faktakalbar

Cerita Korban Selamat dari Kebakaran Maut Gang Kadriah: Terbangun Karena Asap Hitam Pekat Penuhi Kamar

Penulis: Redaksi Friday, 23 August 2024 📖 1 menit
Cerita Korban Selamat dari Kebakaran Maut Gang Kadriah: Terbangun Karena Asap Hitam Pekat Penuhi Kamar

PONTIANAK
- Jamrud, korban selamat dari kebakaran tragis yang melanda rumahnya di Gang Kadriah, Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur, menceritakan detik-detik dirinya menyelamatkan diri dari kebakaran maut tersebut.

Wanita paruh baya itu baru saja pulang dari rumah temannya sekitar pukul 01.00 WIB. Tubuhnya lelah, ia kemudian tidur di kamarnya yang berada di lantai dua rumahnya.

Tak lama kemudian, dia terbangun karena mendapati kamarnya dipenuhi gumpalan asap pekat berwarna hitam.

Saat memeriksa, Jamrud menyadari bahwa bagian bawah rumahnya sudah dilalap sang jago merah, yang dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan.

Dalam kepanikan, Jamrud segera turun tangga dan keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. Semua barang milik Jamrud hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

"Saya ketika itu heran, kenapa banyak asap, ketika saya periksa api sudah membesar di bawah. Saya cepat keluar rumah untuk meminta pertolongan warga, " kata Jamrud Kamis (22/8/2024).

Jamrud juga menjelaskan bahwa Syarif Joni, seorang korban selamat lainnya, hanya bisa menyelamatkan barang-barang yang ada di depannya saat kebakaran terjadi.

"Joni langsung cepat menyelamatkan empat motor biar tidak meledak dan tidak membuat api semakin besar, bahkan Joni sempat kepikiran untuk kembali masuk ke dalam untuk menyelamatkan adeknya," ungkap Jamrud.

Api yang cepat membesar menghanguskan rumah yang dihuni oleh 12 orang, menyebabkan lima orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka bakar, dan enam lainnya berhasil menyelamatkan diri. (rdh)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK