faktakalbar

BNPB Catat Rentetan Bencana Baru, Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Mudik Lebaran 2026

Penulis: Redaksi Friday, 13 March 2026 📖 2 menit
BNPB Catat Rentetan Bencana Baru, Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Mudik Lebaran 2026
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Indonesia pada 12 hingga 13 Maret 2026, sekaligus mengeluarkan peringatan dini terkait potensi ancaman cuaca ekstrem jelang mudik Lebaran yang diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026. Berdasarkan rangkuman Direktorat Koordalops BNPB, dinamika cuaca yang berbeda di tiap wilayah telah memicu bencana hidrometeorologi kering dan basah. Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi pada Kamis (12/3/2026). Baca Juga: Kemarau Datang Lebih Awal pada April 2026, BNPB Ingatkan Warga Waspada Cuaca Pancaroba Luas area yang terdampak mencapai kurang lebih lima hektare. Tim reaksi cepat di lapangan dilaporkan telah berhasil memadamkan sekitar tiga hektare lahan dan terus melakukan upaya pendinginan untuk mencegah titik api kembali meluas. Sementara itu, fenomena hujan deras yang disertai angin kencang berdampak signifikan di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Selatan pada Rabu (11/3/2026). Di Kabupaten Cirebon, cuaca buruk tersebut melanda Desa Grogol dan Mertasinga di Kecamatan Gunungjati, serta Desa Muara di Kecamatan Suaranenggala. Peristiwa ini mengakibatkan 372 Kepala Keluarga (KK) atau 1.429 jiwa terdampak, dengan rincian kerusakan bangunan meliputi 3 unit rumah rusak berat, 1 unit rusak sedang, dan 287 unit rusak ringan. Di wilayah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, musibah angin kencang mengakibatkan 15 unit rumah mengalami kerusakan berat yang berdampak langsung pada 55 jiwa warga di Desa Saleh Mukti, Kecamatan Air Saleh. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat hingga kini masih terus melakukan penanganan darurat dan pendataan, termasuk melakukan pembersihan pohon tumbang yang menutupi akses jalan warga di beberapa titik. Menyikapi rentetan kejadian tersebut, pihak BNPB secara tegas mengingatkan masyarakat mengenai ancaman cuaca ekstrem jelang mudik Lebaran 2026. Pada periode awal arus mudik tanggal 14 hingga 15 Maret 2026, sebagian besar wilayah di Pulau Jawa, Sumatera bagian selatan, dan Kalimantan diprakirakan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan tersebut berpeluang disertai kilat dan angin kencang pada rentang waktu sore hingga malam hari, yang dapat memicu bencana turunan seperti banjir, banjir bandang, hingga pergerakan tanah. Mengingat waktu tersebut bertepatan dengan peningkatan arus pergerakan masyarakat menuju kampung halaman, pemudik diimbau untuk mewaspadai potensi jarak pandang yang terbatas dan kondisi jalanan yang licin. Masyarakat dilarang memaksakan perjalanan apabila terjadi hujan lebat dengan durasi yang lama, dan diinstruksikan untuk segera mencari tempat berlindung yang aman. Para pemudik juga diperingatkan untuk menghindari area di bawah pohon besar, papan reklame, maupun baliho yang rentan roboh akibat sapuan angin kencang. Kendaraan wajib dipastikan dalam kondisi prima, dan rencana rute darurat perlu disiapkan apabila jalur utama mengalami kendala akibat genangan air banjir atau tanah longsor. Baca Juga: Awal Maret 2026, BNPB Catat Rentetan Karhutla di Aceh dan Kaltara Serta Angin Kencang di Luwu Timur Sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem jelang mudik, BNPB menyarankan masyarakat memanfaatkan aplikasi InaRISK untuk mengecek peta kerawanan bencana secara real-time sebelum perjalanan dimulai. Melalui kesiagaan 24 jam oleh personel BNPB dan BPBD di seluruh daerah, pemantauan terhadap titik-titik rawan akan terus ditingkatkan guna menjamin keamanan, keselamatan, serta kelancaran mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK