faktakalbar

BKN Dorong Kepala Daerah Percepat Pendaftaran Honorer ke PPPK Tahap II, Tenaga Honorer di Daerah Masih Galau

Penulis: Redaksi Thursday, 09 January 2025 📖 2 menit
BKN Dorong Kepala Daerah Percepat Pendaftaran Honorer ke PPPK Tahap II, Tenaga Honorer di Daerah Masih Galau
JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus mendorong pemerintah daerah untuk segera menuntaskan permasalahan tenaga honorer dengan mengarahkan mereka mendaftar seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II. Kepala BKN, Zudan Arif, meminta seluruh kepala daerah untuk aktif mengajak tenaga honorer di wilayahnya mengikuti seleksi yang telah diperpanjang hingga 15 Januari 2025. "Seluruh Kepala Daerah selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di instansi daerah diharapkan segera mengarahkan tenaga Non-ASN di wilayah kerjanya untuk mendaftar seleksi PPPK tahap II," ujar Zudan dalam pernyataan resmi BKN. Pendaftaran seleksi PPPK ini telah diperpanjang dua kali, dari semula 31 Desember 2024 menjadi 7 Januari 2025, dan kini kembali diperpanjang hingga 15 Januari 2025. Keputusan ini diambil setelah rapat antara BKN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB), serta Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan mekanisme perekrutan tenaga honorer berjalan tepat waktu dan merata di seluruh daerah. Namun, di tengah dorongan pemerintah, masih ada kekhawatiran di kalangan tenaga honorer. Salah satu masalah utama adalah ketimpangan antara jumlah honorer yang terdata dengan formasi yang tersedia. Menteri PANRB Rini Widyantini mengungkapkan bahwa dari 1,7 juta pegawai honorer yang terdaftar di BKN, hanya sekitar 1,017 juta formasi yang diajukan oleh instansi pemerintah. Ini berarti ada sekitar 700 ribu tenaga honorer yang belum memiliki kepastian nasibnya. "Komitmen kami memang menyelesaikan penataan 1,7 juta tenaga honorer, tetapi jumlah formasi yang diusulkan instansi hanya sekitar 1.017.000. Jadi masih ada kekurangan yang harus dicarikan solusinya," kata Rini. Menanggapi kondisi ini, banyak tenaga honorer di daerah yang masih galau dengan masa depan mereka. Beberapa tenaga honorer di Kalimantan Barat menyatakan kebingungan karena belum mendapatkan kepastian mengenai nasib mereka. Salah satu tenaga honorer di Pontianak, sebut saja Ahmad (samaran), mengaku masih ragu untuk mendaftar karena ketidakjelasan status setelah seleksi. "Kami sudah lama bekerja, tapi sekarang masih belum tahu akan masuk formasi atau tidak. Kalau ternyata tidak ada formasi untuk kami, lalu bagaimana?" ujarnya Rabu, (8/1). Pemerintah telah menyiapkan skema alternatif berupa PPPK paruh waktu bagi tenaga honorer yang tidak mendapatkan formasi. Namun, banyak tenaga honorer yang mengkhawatirkan stabilitas pekerjaan mereka jika masuk dalam skema ini. Sementara itu, di daerah lain seperti Ketapang dan Singkawang, beberapa tenaga honorer berharap agar pemerintah lebih transparan dalam menentukan formasi yang tersedia dan memberikan kepastian terkait skema PPPK paruh waktu. Dengan waktu pendaftaran yang semakin mendekati batas akhir, para tenaga honorer masih berharap ada solusi yang lebih konkret dari pemerintah untuk mengakomodasi seluruh pegawai non-ASN yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK