faktakalbar

Belum Sehari Dilantik Trump Cabut AS dari WHO dan Perjanjian Iklim Paris

Penulis: Redaksi Wednesday, 22 January 2025 📖 1 menit
Belum Sehari Dilantik Trump Cabut AS dari WHO dan Perjanjian Iklim Paris
INTERNASIONAL - Beberapa jam setelah dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump langsung mengambil langkah kontroversial dengan menandatangani perintah eksekutif yang menarik Amerika Serikat keluar dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perjanjian Iklim Paris. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat sudah membayar lebih banyak kontribusi kepada WHO dibandingkan negara lain, termasuk China. Langkah ini, yang disebut Trump sebagai upaya melindungi kepentingan nasional, dilakukan setelah dirinya berulang kali mengkritik WHO selama pandemi Covid-19. "WHO telah menipu kami," kata Trump saat menandatangani dokumen tersebut di Gedung Putih pada Senin (20/1). Ia menyebut organisasi tersebut tidak adil terhadap AS dan tidak memberikan manfaat yang setara dengan kontribusi finansial yang telah diberikan. Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak bagi sistem kesehatan global, mengingat AS selama ini menjadi salah satu pendonor terbesar bagi WHO. Selain itu, kebijakan ini dapat memengaruhi akses Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS terhadap data kesehatan global yang selama ini difasilitasi oleh WHO. Selain keluar dari WHO, Trump juga resmi menarik AS dari Perjanjian Iklim Paris. Ia menyebut perjanjian tersebut sebagai "penipuan sepihak" yang hanya menguntungkan negara-negara lain, seperti China, sementara merugikan industri Amerika. "Saya segera menarik diri dari penipuan Perjanjian Iklim Paris, yang tidak adil dan sepihak. Amerika Serikat tidak akan menyabotase industrinya sendiri, sementara China mencemari dengan impunitas," tegas Trump. Dengan keputusan ini, AS bergabung dengan Iran, Libya, dan Yaman sebagai beberapa negara yang tidak termasuk dalam perjanjian global tersebut. Perjanjian Iklim Paris bertujuan membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri. Di hari pelantikannya, Trump juga direncanakan menandatangani hingga 200 perintah eksekutif lainnya. Beberapa di antaranya mencakup kebijakan imigrasi, polemik aplikasi TikTok, serta pengampunan terpidana. Langkah-langkah agresif ini menunjukkan komitmen Trump untuk merealisasikan janjinya selama kampanye, meskipun menuai kritik dari berbagai pihak. Keputusan ini diperkirakan akan memengaruhi hubungan diplomatik AS dengan negara-negara lain di dunia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK