faktakalbar

Belajar dari Tsunami 2004, Wali Kota Banda Aceh Dorong Mitigasi Bencana Berbasis Vegetasi

Penulis: Redaksi Sunday, 26 April 2026 📖 2 menit
Belajar dari Tsunami 2004, Wali Kota Banda Aceh Dorong Mitigasi Bencana Berbasis Vegetasi
Faktakalbar.id, BANDA ACEH — Memori kelam bencana gempa bumi dan gelombang tsunami dahsyat pada tahun 2004 silam masih menjadi pelajaran berharga bagi warga pesisir Aceh. Mengingat tingginya potensi ancaman tersebut, Wali Kota Banda Aceh , Illiza Sa'aduddin Djamal, terus mendorong masyarakat dan dunia usaha untuk memperkuat sistem mitigasi bencana tsunami melalui pendekatan penanaman vegetasi pantai. Baca Juga:  Awali Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BNPB Tanam 2.257 Bibit Pohon di Banda Aceh Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Illiza saat mendampingi jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam kegiatan penanaman 2.257 bibit pohon di kawasan Simpang Mesra, Kecamatan Syiah Kuala, Sabtu (25/4/2026). Ia menekankan bahwa sejarah telah memberikan bukti empiris mengenai efektivitas benteng alam dalam menyelamatkan nyawa manusia saat hempasan gelombang laut menghantam daratan. “Kita ingat betul pohon-pohon ini bagian dari risiko pengurangan bencana, seperti adanya mangrove dan pohon-pohon yang tegak ketika gempa tsunami," ucap Illiza mengingatkan kembali peristiwa tsunami 2004 silam kepada para peserta yang hadir. Berdasarkan pengalaman masa lalu, kawasan pesisir yang memiliki sabuk hijau (mangrove dan cemara laut) yang lebat mampu mengurangi tekanan energi arus gelombang tsunami secara signifikan, serta menyediakan tempat berlindung darurat bagi warga yang terseret air. Oleh karena itu, langkah penghijauan di wilayah pesisir Kota Banda Aceh saat ini menjadi prioritas utama pemerintah kota. “Ini menjadi hal penting bahwa mitigasi dimulai dengan langkah nyata yang sederhana dan menjadi dampak besar seperti tanam pohon," tuturnya. Pelaksanaan penanaman ribuan bibit pohon ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat mitigasi bencana tsunami di ujung barat Indonesia. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama strategis antara BNPB, Pemerintah Kota Banda Aceh, serta dukungan pihak swasta dan lembaga kemanusiaan, di antaranya Bank Danamon, Human Initiative, DMC Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, United Tractor, dan Caritas Germany. Selain upaya mitigasi fisik melalui penanaman pohon, kesiapsiagaan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama pemerintah. Rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun ini dijadwalkan akan ditutup dengan pelaksanaan agenda simulasi keselamatan berskala besar. Baca Juga:  Awali Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BNPB Tanam 2.257 Bibit Pohon di Banda Aceh Simulasi evakuasi mandiri tersebut akan dilaksanakan serentak pada Minggu (26/4/2026) tepat pukul 10.00 waktu setempat. Kegiatan krusial ini akan melibatkan partisipasi aktif dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perwakilan kementerian di tingkat pusat, perangkat pemerintah daerah, para pelaku dunia usaha, relawan lembaga kebencanaan, dan seluruh elemen masyarakat Kota Banda Aceh. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK