faktakalbar

BC Kita Bagaimana Nih ?, Ada Ekspor Ilegal Bijih Nikel 5 Juta Ton ke China

Penulis: Redaksi Monday, 26 June 2023 📖 1 menit
BC Kita Bagaimana Nih ?, Ada Ekspor Ilegal Bijih Nikel 5 Juta Ton ke China
Sebuah tamparan kembali mendarat ke jajaran Bea Cukai (BC) Indonesia, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar ekspor diduga ilegal Bijih Nikel (nickel ore) 5 Juta Ton ke China berdasarkan data impor yang tercatat di BC Tiongkok.Parahnya ekspor ke Tiongkok itu sudah dilakukan selama dua tahun. Seperti dilansir Fakta Kalbar dari viva, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan belum mengetahui terkait informasi tersebut. Namun, dia menegaskan akan mencari tau siapa perusahaan yang melakukan ekspor, bahkan terancam untuk dipidanakan.  "Belum tau saya malah, ya bagus kalau ketemu, nanti kita cari siapa yg ekspor. (Tindakan) bisa kita pidanakan," kata Luhut kepada awak media di kantornya Jumat, (23/6). Perlu diketahui, Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan pelarangan ekspor bijih nikel sejak 1 Januari 2020 yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019. "Dari Januari 2020 sampai dengan Juni 2022," ujar Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah V KPK, Dian Patria saat dikonfirmasi wartawan. Kemudian, dugaan ekspor ilegal ke Tiongkok itu terdeteksi dari situs resmi otoritas penanganan bea dan cukai Tiongkok. Hal itu, terlihat dari kode sandi Indonesia yang tercatat di situs resmi bea cukai Tiongkok. "(Terlihat dari) partner atau negara asal 112 (Indonesia)," kata Dian. Selanjutnya, kata Dian, ore nickel yang diekspor secara ilegal ke Tiongkok itu diduga dari tambang di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Seperti diketahui, dua wilayah itu merupakan penghasil tambang terbesar di Indonesia saat ini.(rfk/ind)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK