faktakalbar

Bank Kalbar Ingatkan Waspada Modus Begal Rekening

Penulis: Redaksi Thursday, 30 January 2025 📖 1 menit
Bank Kalbar Ingatkan Waspada Modus Begal Rekening

PONTIANAK
- Bank Kalbar terus mengedukasi masyarakat terkait ancaman begal rekening atau modus social engineering (soceng) yang semakin marak. Melalui unggahan di media sosial resminya, @bankkalbar_official, Bank Kalbar memberikan tips dan peringatan kepada nasabah untuk lebih berhati-hati terhadap modus kejahatan ini.

Modus

Begal

Rekening

Begal rekening adalah upaya kejahatan siber di mana pelaku menggunakan teknik manipulasi psikologis untuk mendapatkan data pribadi korban, seperti password, PIN, MPIN, atau OTP. Setelah data tersebut diperoleh, pelaku dengan mudah menguras isi rekening korban.

Ciri
-
ciri

Pelaku

Begal

Rekening

Bank Kalbar juga memaparkan ciri-ciri umum pelaku modus soceng, antara lain:
1. Berpura-pura menjadi petugas bank dan meminta data sensitif.
2. Menghubungi korban melalui telepon, media sosial, email, atau situs web palsu.
3. Meminta korban memberikan data pribadi seperti PIN atau OTP.

Peringatan

kepada

Nasabah

Bank Kalbar menegaskan bahwa pihak bank tidak akan pernah meminta data pribadi nasabah melalui media apa pun. Nasabah diimbau untuk selalu memeriksa keaslian nomor telepon, akun media sosial, dan situs web yang mengatasnamakan Bank Kalbar.

Dalam kampanye ini, Bank Kalbar mengajak masyarakat untuk selalu berpikir sebelum bertindak (#ThinkBeforeYouClick) dan tidak mudah percaya pada permintaan data pribadi dari pihak yang mengaku sebagai petugas bank. Dengan meningkatkan kesadaran akan keamanan digital, Bank Kalbar berharap dapat mencegah kasus penipuan serupa terjadi di masa depan.

Ikuti terus informasi dan edukasi terkait keamanan digital melalui akun resmi Bank Kalbar.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK