Banjir dan Longsor Terjang OKU Selatan, Tujuh Rumah Warga Rusak Berat
Faktakalbar.id, OKU SELATAN -
Bencana
hidrometeorologi basah berupa banjir dan longsor di OKU Selatan melanda wilayah Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Provinsi Sumatera Selatan, pada Sabtu (28/3/2026) malam pukul 20.30 WIB.
Insiden ini mengakibatkan puluhan rumah terdampak dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah akibat material longsoran.
Baca Juga:
Banjir Rendam Ratusan Rumah di Tapanuli Tengah, Warga Sempat Dievakuasi
Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan secara terus-menerus. Kondisi tanah yang labil ditambah debit air yang meluap menyebabkan tebing di kawasan desa tersebut longsor dan menimpa area permukiman warga yang berada di bawahnya.
Data Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) yang dihimpun hingga Senin (30/3/2026) mencatat, insiden ini berdampak langsung pada 34 Kepala Keluarga (KK). Bencana ini juga mengakibatkan satu orang warga mengalami luka ringan dan harus mendapatkan penanganan medis.
Dari sisi kerugian material, pergerakan tanah dan genangan air tersebut merusak puluhan bangunan warga setempat. Laporan resmi merinci sebanyak 27 unit rumah terdampak, di mana 7 rumah warga di antaranya dikonfirmasi mengalami rusak berat akibat hantaman material tanah dan bebatuan.
Merespons kondisi darurat tersebut, Tim Reaksi Cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan beserta dinas terkait langsung bergerak cepat menuju lokasi. Petugas melakukan asesmen dampak kerusakan dan berkoordinasi secara terpadu dengan pemerintah desa setempat guna mendukung upaya penanganan darurat bagi warga yang rumahnya hancur.
Baca Juga:
Akhir Pekan Dihantam Cuaca Ekstrem, BNPB Catat Rentetan Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Kejadian banjir dan longsor di OKU Selatan ini menjadi perhatian serius pihak BNPB. Otoritas kebencanaan nasional tersebut terus mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah di puncak musim penghujan ini.
Masyarakat yang bermukim di daerah rawan pergerakan tanah atau tebing diimbau untuk peka terhadap tanda-tanda alam. Apabila terjadi hujan lebat dengan durasi yang panjang, warga diminta proaktif melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.