faktakalbar

ASN Penerima Bansos Bakal Dicoret! Data Tunggal Sosial Ekonomi Segera Berlaku

Penulis: Redaksi Wednesday, 01 January 2025 📖 1 menit
ASN Penerima Bansos Bakal Dicoret! Data Tunggal Sosial Ekonomi Segera Berlaku
JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa aparatur sipil negara (ASN) yang tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) akan otomatis dicoret dengan diterapkannya data tunggal sosial ekonomi. Sistem baru ini dirancang untuk memastikan penyaluran bansos menjadi lebih tepat sasaran. “Dengan data yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama ASN yang tidak berhak akan otomatis tertolak,” ujar Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/12). Meski demikian, Saifullah Yusuf mengakui adanya kemungkinan galat pada sistem hingga 1 persen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Sosial menyediakan jalur formal bagi masyarakat untuk menyanggah atau mengusulkan nama yang belum terdaftar tetapi memenuhi syarat sebagai penerima bansos. Proses sanggahan dan usulan ini dapat dilakukan melalui berbagai tingkatan, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga Kementerian Sosial. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur partisipasi melalui platform daring "Cek Bansos," yang memungkinkan mereka melampirkan dokumen pendukung untuk menguatkan usulan atau sanggahan. Badan Pusat Statistik saat ini tengah menyelesaikan tahap akhir penyusunan data tunggal sosial ekonomi. "Finalisasi sedang dilakukan, dan mulai tahun depan data ini akan digunakan,” tambah Saifullah Yusuf. Data tunggal ini nantinya akan menjadi acuan utama dalam penyaluran bantuan sosial dan diharapkan dapat meningkatkan akurasi penerima manfaat. Untuk pelaksanaannya, Kementerian Sosial masih menunggu penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) sebagai landasan hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK