Armada Raksasa Pemadam Dikerahkan Kepung Titik Api di Bukit Seraya Tayan Hilir
Faktakalbar.id - Sebanyak 88 personel gabungan diterjunkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bukit Seraya, Dusun Seraya, Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau pada Jumat, 11 September 2026. Operasi pemadaman berska…
Faktakalbar.id - Sebanyak 88 personel gabungan diterjunkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bukit Seraya, Dusun Seraya, Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau pada Jumat, 11 September 2026.
Operasi pemadaman berskala besar yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB tersebut melibatkan unsur kepolisian, TNI, BPBD, pemadam swasta, hingga armada milik perusahaan tambang.
Masing-masing tim mengerahkan armada tangki air berkapasitas besar, termasuk satu unit truk tangki PT MEG berkapasitas 16.000 liter dan armada Damkar Binsika berkapasitas 10.000 liter.
Dukungan sarana juga diperkuat oleh kendaraan operasional PT ICA, PT Antam, KPH Sanggau Barat, serta peralatan pemadam milik Pemerintah Desa Pedalaman.
Kombinasi ribuan liter pasokan air tersebut difokuskan untuk membendung pergerakan api agar tidak menjangkau vegetasi kering di puncak bukit.
Petugas harus berpacu dengan waktu dan keterbatasan akses kendaraan menuju titik api yang berada di kemiringan terjal.
"Prioritas kami adalah mengendalikan titik api secepat mungkin dan mencegah api merambat. Karena lokasi berada di kawasan bukit dengan medan yang terjal, proses pemadaman membutuhkan kehati-hatian, kekompakan personel, serta dukungan peralatan yang sesuai," kata Kapolsek Tayan Hilir Kusdarwanto pada Sabtu, 12 September 2026.
Sinergi lintas sektor di kawasan perbukitan tanah mineral ini dipandang krusial untuk mengisolasi potensi bencana yang lebih masif.
Kehadiran puluhan personel dan kendaraan berat membantu mengamankan perimeter pemukiman warga di kaki bukit.
Hingga saat ini, penyiraman secara terkontrol terus diarahkan pada titik-titik asap yang masih mengepul tinggi.
Kolaborasi ini menjadi bukti kesiapsiagaan darurat dalam menghadapi potensi bencana karhutla di wilayah rawan perbukitan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.