faktakalbar

Antisipasi Kebakaran Lahan, Desa Belungai Dalam Sanggau Bentuk Kelompok Masyarakat Peduli Api

Faktakalbar.id - Pemerintah Desa Belungai Dalam bersama unsur lintas sektor mengukuhkan 30 warga sebagai anggota kelompok Masyarakat Peduli Api di Aula Desa Belungai Dalam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (4/11/2026).

Penulis: Natash Thursday, 05 November 2026 📖 1 menit
Antisipasi Kebakaran Lahan, Desa Belungai Dalam Sanggau Bentuk Kelompok Masyarakat Peduli Api
Puluhan warga Desa Belungai Dalam mengikuti pembekalan dan pengukuhan anggota Masyarakat Peduli Api di Kecamatan Toba, Sanggau, Rabu (4/11/2026). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pemerintah Desa Belungai Dalam bersama unsur lintas sektor mengukuhkan 30 warga sebagai anggota kelompok Masyarakat Peduli Api di Aula Desa Belungai Dalam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (4/11/2026).

Pengukuhan relawan tersebut bertujuan membangun kekuatan deteksi dini serta penanganan awal kebakaran hutan dan lahan yang berbasis dari tingkat tapak.

Puluhan relawan tersebut dijadwalkan menjalani pembekalan materi serta simulasi penanggulangan titik api secara intensif selama dua hari.

Pelatihan mencakup keterampilan praktis mengenai pengenalan potensi kebakaran, teknik pemadaman darurat, hingga mekanisme pelaporan cepat.

Inisiatif pembentukan MPA didasari oleh dampak kerugian lingkungan dan kesehatan yang pernah dirasakan langsung warga desa akibat peristiwa kebakaran masa lalu.

"Pencegahan karhutla harus dimulai dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Kami dari Polsek Toba sangat mendukung pembentukan MPA ini karena keberadaannya dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan warga, mulai dari mengenali potensi kebakaran, melakukan deteksi dini, hingga segera melaporkan apabila ditemukan titik api. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang untuk mencegah kebakaran meluas," kata Kapolsek Toba Arnold Rocky Montolalu.

Keterlibatan warga lokal dipandang penting karena masyarakat setempat merupakan pihak pertama yang paling dekat dengan kawasan rawan pembakaran.

Perwakilan UPT KPH Sanggau Barat Kamal menilai keberadaan kelompok MPA di tingkat desa akan memperkuat daya tanggap lapangan saat musim kemarau.

Keberadaan relawan desa ini akan disinergikan bersama Manggala Agni, jajaran TNI, kepolisian, dan pihak perusahaan swasta di kawasan sekitar.

Masyarakat desa diimbau untuk sepenuhnya menghentikan kebiasaan membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.

Kesiapsiagaan personel relawan rencananya akan ditunjang pengadaan peralatan dasar pemadaman secara bertahap.

Langkah pencegahan dini ini diharapkan dapat menekan potensi kerusakan ekosistem hutan di wilayah Kabupaten Sanggau.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK