4 Tips Membuat Matcha di Rumah agar Tak Pahit dan Tetap Nikmat
Matcha buatan rumah terasa pahit? Simak 4 tips mudah mulai dari suhu air, takaran bubuk, cara menyaring hingga teknik mengocok matcha.
Faktakalbar.id - Matcha semakin populer sebagai minuman yang bisa dinikmati di rumah. Namun, membuat matcha ternyata tidak sekadar mencampurkan bubuk teh hijau dengan air panas. Kesalahan pada suhu air, takaran bubuk, hingga cara mengocok dapat membuat matcha terasa terlalu pahit atau menggumpal.
Kabar baiknya, membuat matcha dengan rasa lebih lembut sebenarnya cukup mudah. Ada beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan agar hasilnya lebih enak dan mendekati sajian di kafe.
1. Jangan Gunakan Air Mendidih
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah langsung menuangkan air yang baru mendidih ke bubuk matcha.
Air yang terlalu panas dapat membuat rasa pahit dan sepat pada matcha lebih menonjol. Suhu sekitar 70–80 derajat Celsius lebih disarankan untuk menghasilkan rasa yang lebih seimbang.
Kalau tidak memiliki termometer, air yang baru mendidih bisa didiamkan terlebih dahulu selama beberapa menit sebelum digunakan.
Tips: Jangan sampai air benar-benar mendidih ketika dicampurkan dengan matcha.
2. Saring Bubuk Matcha Sebelum Dicampur
Matcha berbentuk bubuk sangat halus sehingga mudah menggumpal ketika terkena air.
Sebelum diseduh, masukkan sekitar 1–2 gram matcha ke dalam saringan halus, kemudian ayak ke dalam mangkuk. Cara ini membantu menghasilkan tekstur yang lebih halus dan membuat bubuk lebih mudah tercampur dengan air.
Langkah kecil ini juga bisa membuat tampilan matcha lebih cantik karena tidak banyak gumpalan yang mengambang.
3. Perhatikan Takaran Matcha dan Air
Jangan berpikir semakin banyak bubuk matcha berarti rasanya semakin enak.
Terlalu banyak bubuk justru bisa membuat rasa matcha terlalu kuat dan pahit. Sebagai titik awal, sekitar 2 gram matcha dengan 60 ml air dapat digunakan untuk satu sajian. Takaran tersebut kemudian bisa disesuaikan dengan selera.
Kalau ingin membuat matcha latte, setelah matcha tercampur rata, tambahkan susu sesuai selera.
4. Jangan Mengaduk dengan Gerakan Memutar
Teknik mengocok juga ternyata berpengaruh.
Jika menggunakan chasen atau whisk bambu, kocok matcha dengan gerakan cepat membentuk huruf W atau M, bukan sekadar mengaduk memutar secara perlahan. Teknik tersebut membantu menghasilkan busa halus sekaligus membuat bubuk tercampur lebih merata.
Tidak punya whisk bambu? Tidak masalah. Milk frother juga bisa digunakan sebagai alternatif praktis.
Bonus: Pilih Bubuk Matcha yang Masih Segar
Teknik penyeduhan bukan satu-satunya faktor yang menentukan rasa.
Kualitas dan kondisi bubuk matcha juga berpengaruh. Matcha yang terpapar udara, cahaya, atau kelembapan terlalu lama dapat mengalami penurunan kualitas. Karena itu, simpan matcha dalam wadah yang tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung.
Jadi, kalau matcha buatan sendiri selama ini terasa pahit, jangan buru-buru menyalahkan bubuknya. Bisa jadi masalahnya justru ada pada air yang terlalu panas, bubuk yang tidak disaring, takaran yang terlalu banyak, atau teknik pengocokan yang kurang tepat.
Dengan memperhatikan empat hal tersebut, matcha rumahan bisa terasa lebih lembut, tidak menggumpal, dan lebih nikmat untuk dinikmati kapan saja.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.