faktakalbar

2024 Indonesia Miliki Smelter Penghasil Emas Kapasitas “Gajah”

Penulis: Redaksi Friday, 31 March 2023 📖 2 menit
2024 Indonesia Miliki Smelter Penghasil Emas Kapasitas “Gajah”
*Hasil Olahan Lumpur Anoda Sebanyak 6000 Ton per Tahun   Pabrik tersebut adalah Prescious Metal Refinery (PMR) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur. Seperti dilansir dari CNBC. Pabrik PMR itu bisa menghasilkan emas hingga 50 ton per tahun atau 50 ribu kilo gram, (kg) per tahunnnya. Produksi emas itu dilakukan dari hasil olahan produk sampingan konsentrat tembaga yakni Lumpur Anoda sebanyak 6.000 ton per tahun. "Lumpur anoda bisa menghasilkan emas sebanyak 50 ton per tahun, perak 210 ton per tahun dan lainnya sampai ke timbal," ungkap Erika Silva Manager Technical Affairs dan Smelting Project Support PT Freeport Indonesia, saat ditemui di Area KEK JIIPE, Gresik, dikutip Kamis (30/3). Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas juga mengatakan, smelter tembaga ini bisa menghasilkan 600 ribu ton katoda tembaga per tahunnya. Selain itu, smelter ini juga akan menghasilkan 50 ton emas dan 150-200 ton perak per tahun. Tony mengatakan, pembangunan smelter tembaga itu juga dibarengi dengan pembangunan precious metal refinery yang bisa ikut mengolah mineral mentah berharga lainnya seperti emas dan perak. "Produk akhir dari smelter tembaga dan precious metal refinery ini adalah katoda tembaga sekitar 600 ribu ton per tahun, kemudian emas batangan sekitar 50 ton per tahun, dan perak batangan sekitar 150-200 ton per tahun. Itu produk utama dari smelter dan precious metal refinery yang kami bangun saat ini," ungkapnya kepada CNBC Indonesia dalam program 'Mining Zone', dikutip Jumat (3/3)lalu. Sampai pada Februari 2023, kemajuan fisik secara total dari pabrik milik PT Freeport Indonesia (PTFI) tersebut sudah mencapai 56,5% atau sesuai dengan yang direncanakan. "Target penyelesaian konstruksi fisik selesai di akhir Desember 2023, Mulai beroperasi ditargetkan pada akhir Mei 2024," ungkap Erika Silva. Erika menyatakan bahwa, smelter baru Freeport akan memiliki kapasitas produksi sebanyak 1,7 juta metrik ton konsentrat tembaga. Dengan begitu, smelter tembaga ini merupakan single line terbesar di dunia. Untuk diketahui saat ini smelter tembaga yang ada di China dan Swedia yang berkapasitas 1,6 juta metrik ton.(rfk/int)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK