“Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk siap menang dan siap kalah secara sportif, sekaligus menjunjung tinggi nilai kebersamaan antar sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, menjelaskan bahwa perhelatan ini berlangsung mulai 16 April hingga puncaknya pada 2 Mei 2026.
Ia menyebut Gebyar Hardiknas ini merupakan wadah penting bagi seluruh insan pendidikan untuk mencetak generasi yang kompetitif demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Rangkaian lomba yang digelar mencakup berbagai bidang, mulai dari olahraga hingga pelestarian budaya.
Beberapa di antaranya adalah kompetisi mini soccer tingkat SMP/MTs se-Kalimantan Barat, turnamen futsal tingkat SD/MI se-Kota Singkawang, hingga lomba marching band.
Selain itu, aspek kebudayaan lokal juga ditonjolkan melalui lomba besurung saprah dan belarak pengantin.
Asmadi merinci bahwa antusiasme peserta pada penyelenggaraan Gebyar Hardiknas 2026 di Singkawang tahun ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 38 tim mengikuti mini soccer, 23 tim futsal, 26 tim marching band, serta 31 tim bersaing dalam lomba budaya tradisional.
“Adapun jumlah peserta yang mengikuti lomba cukup signifikan, di antaranya 38 tim mini soccer, 23 tim futsal, 26 tim marching band, serta 31 tim untuk lomba besurung saprah dan belarak pengantin,” jelasnya.
Asmadi berharap kegiatan ini mampu menjadi pemicu lahirnya generasi muda yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan integritas karakter, sehingga siap berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional menuju target Indonesia Emas.
(*Red)
















