Risiko Lari Setiap Hari Tanpa Istirahat
Meski tren running streak (berlari setiap hari tanpa putus) cukup populer, Arakelian mengingatkan adanya bahaya yang mengintai jika tubuh tidak diberi waktu untuk bernapas.
Berikut adalah beberapa risiko utama yang perlu diwaspadai:
-
Cedera Stres pada Tulang: Tekanan berulang tanpa jeda dapat memicu retakan kecil pada tulang.
-
Masalah Tendon: Peradangan pada jaringan ikat akibat beban berlebih.
-
Kelelahan Berkepanjangan: Menurunnya performa dan imunitas tubuh karena kurangnya waktu pemulihan.
-
Burnout: Kehilangan motivasi atau gairah untuk berolahraga akibat rutinitas yang terlalu berat.
“Saya tidak melihat ada manfaat besar dari berlari setiap hari,” tegas Arakelian. Menurutnya, fokus utama seharusnya pada kualitas latihan, bukan sekadar mengejar frekuensi.
Kapan Anda Harus Berhenti Sejenak?
Mengenali sinyal tubuh adalah keterampilan terpenting bagi setiap pelari. Jika Anda mulai merasakan nyeri yang tidak kunjung hilang, kesulitan menyelesaikan porsi latihan yang biasanya terasa mudah, atau merasa lelah sepanjang hari, itu adalah tanda bahwa tubuh membutuhkan hari istirahat total.
Kebutuhan istirahat setiap individu berbeda-beda, dipengaruhi oleh riwayat cedera dan total jarak tempuh mingguan. Bahkan pelari berpengalaman sekalipun terkadang membutuhkan setidaknya dua hari istirahat dalam seminggu untuk menjaga performa jangka panjang dan meminimalisir risiko cedera.
Kesimpulannya, lari setiap hari diperbolehkan selama dijalani dengan strategi yang tepat, namun tidak selalu memberikan manfaat tambahan dibandingkan dengan pola latihan yang menyertakan hari istirahat yang cukup.
(*Drw)
















