Baca Juga: Diguncang Magnitudo 5,0 Dini Hari, BMKG Pastikan Gempa Maluku Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
Tingginya frekuensi kejadian gempa bumi di Indonesia dalam satu hari merupakan fenomena alam yang wajar. Hal ini dikarenakan posisi geografis nusantara yang berada tepat di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Zona ini dikenal luas sebagai kawasan yang membentang dari wilayah Asia Timur hingga Benua Amerika, serta ditandai dengan tingkat aktivitas tektonik dan vulkanik yang sangat intensif setiap harinya.
Secara geologis, wilayah nusantara merupakan titik pertemuan dari tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Tumbukan ketiga lempeng raksasa inilah yang menyebabkan daratan dan perairan Indonesia sangat rawan mengalami guncangan gempa bumi. Sebagian besar aktivitas seismik yang terjadi di kawasan ini bersumber dari proses subduksi atau penunjaman antar lempeng tektonik, serta pergerakan sesar patahan aktif yang tersebar di dalam perut bumi.
(*Red)
















