Pemerintah Catat Defisit APBN Februari 2026 Capai Rp135,7 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Februari 2026. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Februari 2026. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Pengumpulan pajak di 2 bulan pertama 2026 ini tumbuh 30% itu akan stabil terus ke depan,” ungkap Purbaya.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, belanja negara tercatat mencapai Rp493,8 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 41,9 persen.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Waspadai 4 Dampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat Indonesia

Porsi terbesar dari angka pengeluaran tersebut berasal dari belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp346,1 triliun atau tumbuh 63,7 persen. Di sisi lain, pembiayaan tercatat berada di angka Rp164,2 triliun.

(FR)