Faktakalbar.id, RUSIA – Sukhoi Su-57 “Felon” merupakan pesawat tempur multiperan berat mesin ganda buatan biro desain Sukhoi yang menjadi tulang punggung baru Angkatan Dirgantara Rusia (VKS).
Baca Juga: Mengenal Su-34 Fullback, “Predator” Supersonik Rusia yang Mendominasi Langit Ukraina
Pesawat berkursi tunggal ini memiliki berat lepas landas maksimum sekitar 35 metrik ton dan mampu mencapai kecepatan puncak hingga Mach 2.
Sebagai jet tempur generasi kelima, Su-57 dirancang dengan penekanan pada performa tinggi dan kemampuan supermaneuverability.
Keunggulan utama Su-57 terletak pada penampang radar yang lebih kecil dibandingkan pendahulunya, seri Su-27 “Flanker”.
Hal ini dicapai melalui desain bentuk airframe, pemilihan material khusus, serta penggunaan ruang senjata internal (internal weapons bay) yang juga berfungsi mengurangi hambatan udara saat melakukan supercruise.
Berbeda dengan doktrin siluman Amerika Serikat, desain Rusia ini lebih menekankan pada kemampuan tempur ekstrem dan fitur counter-stealth menggunakan antena akar sayap pita rendah yang unik.
Baca Juga: Rusia Serahkan Batch Terbaru Jet Tempur Su-57 dengan Konfigurasi Teknis Baru
Untuk pertahanan diri, Su-57 dilengkapi dengan sistem sensor peringatan pendekatan rudal (MAW) dan menjadi jet tempur pertama yang menggunakan sistem Directed Infrared Countermeasures (DIRCM) untuk membutakan rudal inframerah lawan.
Pesawat ini juga mengandalkan sistem radar AESA N036 Belka yang terdiri dari radar pita-X utama di bagian hidung serta jajaran antena pita-L di bagian tepi depan sayap.
Program pengembangan yang dikenal sebagai PAK FA ini sempat melibatkan India sebagai mitra dari tahun 2007 hingga 2018 sebelum akhirnya India memutuskan keluar dari kesepakatan tersebut.
Meski demikian, Su-57 tetap diposisikan sebagai lompatan kapabilitas besar bagi militer Rusia di tengah persaingan teknologi jet tempur global.
(FR)












