Rudal dan Drone Iran Hantam Pangkalan Udara AS Al Dhafra di UEA

Kondisi hanggar dan kendaraan militer yang terbakar di pangkalan militer setelah serangan rudal dan drone. (Dok. ISt)
Kondisi hanggar dan kendaraan militer yang terbakar di pangkalan militer setelah serangan rudal dan drone. (Dok. ISt)

Faktakalbar.id, UNI EMIRAT ARAB – Pasukan Iran melancarkan serangan terkoordinasi menggunakan drone dan rudal balistik presisi terhadap Pangkalan Udara Al Dhafra yang dioperasikan Amerika Serikat (AS) di Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Hindari Serangan Lanjutan AS, Sri Lanka Ambil Alih Kapal Iran IRINS Bushehr

Media pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai “halilintar pembalasan” yang memicu kebakaran hebat pada infrastruktur intelijen utama dan memaksa peninjauan ulang postur militer AS di kawasan Teluk Persia.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya konfrontasi AS-Iran menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran.

Pejabat Iran menegaskan bahwa operasi di Al Dhafra merupakan serangan balasan langsung terhadap apa yang mereka sebut sebagai “benteng imperialis” yang mendukung operasi melawan aset strategis Iran.

Berdasarkan citra satelit dan pernyataan militer, sejumlah aset bernilai tinggi dilaporkan terkena dampak serangan.

Di antaranya adalah instalasi radar peringatan dini AN/TPY-2 yang diperkirakan bernilai USD500 juta, hanggar pesawat tanpa awak (drone) MQ-9 Reaper, serta fasilitas yang menampung pesawat pengintai U-2 yang krusial bagi operasi intelijen AS di Timur Tengah.

Operasi Iran dilaporkan menggunakan doktrin serangan berlapis yang dimulai dengan gelombang amunisi loitering Shahed-136 untuk menjenuhkan jaringan deteksi radar.

Baca Juga: Insiden “Friendly Fire”, Pertahanan Udara Kuwait Tak Sengaja Tembak Jatuh 3 Jet F-15 Amerika Serikat

Tujuannya adalah menciptakan celah pada sistem pertahanan udara superior milik AS dan sekutu Teluknya, sehingga memungkinkan rudal balistik presisi seperti varian Fateh-313 dan Kheibar Shekan mencapai target.

Kehancuran sistem radar AN/TPY-2 menjadi sorotan utama karena sensor ini merupakan tulang punggung arsitektur pertahanan rudal regional yang menghubungkan sistem interseptor THAAD dan Patriot.

Hilangnya node kritis ini dianggap sebagai degradasi strategis terhadap kemampuan deteksi dini dan pelacakan peluncuran rudal balistik di seluruh wilayah operasional Teluk.

(FR)