4 Dampak Buruk Anemia pada Remaja Perempuan yang Pantang Disepelekan

"Anemia pada remaja perempuan sering dianggap sepele. Padahal, kondisi kurang darah ini membawa dampak buruk bagi fisik, konsentrasi belajar, hingga masa depannya. "
Anemia pada remaja perempuan sering dianggap sepele. Padahal, kondisi kurang darah ini membawa dampak buruk bagi fisik, konsentrasi belajar, hingga masa depannya. (Dok. Ist)

3. Gangguan Pertumbuhan Fisik dan Reproduksi

Masa remaja adalah fase growth spurt atau lonjakan pertumbuhan yang sangat krusial sebelum memasuki usia dewasa.

Kekurangan nutrisi penting akibat anemia dapat menghambat proses pematangan fisik secara optimal.

Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat memengaruhi hormon tubuh, sehingga menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

4. Ancaman Risiko Jangka Panjang (Stunting)

Dampak buruk anemia ternyata menyimpan bahaya jangka panjang.

Remaja perempuan adalah calon ibu di masa depan.

Jika riwayat anemia ini terus terbawa hingga ia dewasa dan mengandung, risiko terjadinya komplikasi kehamilan akan melonjak tajam.

Ibu hamil yang anemia sangat berpotensi melahirkan bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), hingga memicu siklus stunting pada anak yang dilahirkan kelak.

Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin.

Memperbanyak konsumsi makanan kaya zat besi seperti hati ayam, daging merah, bayam, serta rutin mengonsumsi tablet tambah darah adalah langkah investasi kesehatan yang wajib diterapkan oleh setiap remaja perempuan.

Baca Juga: Pucat dan Lemas Tak Kunjung Sembuh? Hindari 5 Makanan Ini Jika Punya Anemia

(Mira)