Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, memastikan bahwa Majelis Ahli akan bersidang pada Minggu (1/3/2026) untuk memulai tahapan pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran baru.
Langkah strategis ini diambil secara cepat menyusul gugurnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan entitas Zionis Israel.
Baca Juga: Iran Pertimbangkan Mundur dari Piala Dunia 2026 di AS
Proses transisi kepemimpinan ini secara ketat dijalankan sesuai dengan amanat perundang-undangan negara tersebut. Larijani menegaskan bahwa kekosongan kursi kepemimpinan tertinggi negara harus segera diisi demi menjaga stabilitas jalannya roda pemerintahan dan komando militer di tengah eskalasi konflik regional yang memanas.
“Menurut pasal 111 Konstitusi Iran, dalam hal kematian pemimpin tertinggi, Majelis Ahli harus memilih pemimpin tertinggi yang baru secepatnya,” kata Larijani, sebagaimana disiarkan televisi nasional Iran.
Ia mengonfirmasi bahwa seluruh anggota Majelis Ahli yang berwenang penuh dalam penentuan suksesi ini telah dipanggil untuk segera berkumpul. Agenda utama pertemuan darurat tersebut adalah mematangkan mekanisme pemilihan figur Pemimpin Tertinggi Iran baru yang akan memegang otoritas absolut atas urusan tata negara dan angkatan bersenjata.
















