Pakar Ingatkan Dampak Ekonomi Nasional Jika Konflik AS-Israel dan Iran Berlangsung Lama

"Pakar kebijakan luar negeri ingatkan Indonesia waspadai dampak ekonomi nasional jika perang AS-Israel vs Iran berlanjut lama, terutama potensi inflasi."
Pakar kebijakan luar negeri ingatkan Indonesia waspadai dampak ekonomi nasional jika perang AS-Israel vs Iran berlanjut lama, terutama potensi inflasi. (Dok. Ist)

“Kalau Selat Hormuz ditutup, dampaknya adalah perlambatan perekonomian dunia yang berimbas pada ekonomi nasional dan mendorong inflasi,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menyoroti ketidakpekaan serangan yang dilakukan pada bulan Ramadan. Ia menilai Iran memiliki jaringan politik dan militer yang signifikan, sehingga konflik ini berisiko menyeret pihak luar.

Dino menekankan agar Indonesia tetap tegas pada prinsip hukum internasional tanpa harus terlibat dalam mediasi yang dinilainya tidak realistis untuk saat ini.

“Yang paling penting bagi Indonesia bukan mencari peran sebagai juru damai dalam konflik ini karena tidak realistis, tetapi menegaskan posisi secara jelas dan tegas. Serangan Israel dan AS terhadap Iran bertentangan dengan prinsip hukum internasional dan dengan nilai-nilai yang selama ini disampaikan Indonesia,” pungkas Dino Patti Djalal.

Pemerintah RI diharapkan terus memantau situasi ini mengingat guncangan terhadap harga komoditas dan stabilitas mata uang sering kali mengikuti perkembangan konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Jenderal Dan Caine Ingatkan Trump: Serangan ke Iran Bisa Picu Korban Massal bagi AS dan Sekutu

(Mira)