Faktakalbar.id, LIFESTYLE –Komunikasi antara orang tua dan anak bukan sekadar soal pertukaran informasi, melainkan fondasi pembentukan karakter.
Salah satu aspek yang paling sensitif adalah cara orang tua menyampaikan keterbatasan ekonomi keluarga.
Kalimat-kalimat seperti “jangan terlalu banyak mau” atau “kita bukan orang mampu” yang diucapkan secara berulang dan dalam nada menyudutkan, ternyata memiliki pengaruh mendalam terhadap kondisi mental anak hingga mereka dewasa.
Berikut adalah beberapa dampak psikologis yang perlu kita pahami bersama:
Baca Juga: Lagi Homesick? Ini 5 Film Terbaik yang Ampuh Obati Rasa Kangen Rumah
1. Terbentuknya Scarcity Mindset
Ketika seorang anak sering disudutkan secara finansial, mereka cenderung mengembangkan scarcity mindset atau pola pikir kekurangan.
Mereka akan merasa bahwa dunia ini sangat terbatas dan penuh ketidakpastian.
Bahkan setelah dewasa dan sukses secara finansial, perasaan “takut kekurangan” ini sering kali menetap, membuat mereka sulit menikmati hasil kerja kerasnya karena rasa cemas yang berlebihan.
2. Rendahnya Rasa Percaya Diri (Low Self-Esteem)
Anak yang sering mendengar bahwa keinginan mereka adalah beban bagi keluarga dapat merasa bahwa diri mereka tidak berharga.
Mereka mulai merasa bahwa kebutuhan dan impian mereka tidak penting.
Hal ini berisiko menurunkan self-esteem yang membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang ragu-ragu untuk mengejar peluang besar karena merasa “tidak pantas” atau “tidak mampu”.
3. Rasa Bersalah yang Terinternalisasi
















