Laporan Bencana BNPB: Puting Beliung Landa Tapin, 61 KK Terdampak Banjir di Malang

Kondisi banjir yang merendam jalan dan rumah warga di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (28/2). (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)
Kondisi banjir yang merendam jalan dan rumah warga di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (28/2). (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis data pembaruan terkait laporan bencana BNPB yang mencatat sejumlah insiden hidrometeorologi di Indonesia.

Berdasarkan data periode Minggu (1/3/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (2/3/2026) pukul 07.00 WIB, cuaca ekstrem di awal bulan Maret ini telah memicu bencana alam di Provinsi Kalimantan Selatan dan Jawa Timur.

Baca Juga: Laporan Bencana BNPB: Karhutla Parigi Moutong hingga Banjir Demak Masih Dalam Penanganan

Di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, bencana angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Binuang, yaitu Desa Pualam Sari dan Desa Mekar Sari pada Minggu (1/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari sekitar pukul 22.00 WITA, bersamaan dengan turunnya hujan berintensitas lebat di wilayah tersebut.

Akibat terjangan angin kencang itu, sebanyak 51 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak.

Selain merusak puluhan tempat tinggal warga, hasil pendataan sementara aparat di lapangan menunjukkan bahwa bencana ini juga merusak satu unit fasilitas ibadah, satu unit fasilitas kesehatan, dan satu unit fasilitas umum.

Hingga saat ini, pihak berwenang memastikan tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden cuaca ekstrem tersebut.

Di sisi lain, laporan bencana BNPB juga mendata kejadian banjir di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Hujan berintensitas lebat pada Sabtu (28/2/2026) menyebabkan permukiman di Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, terendam air.

Bencana ini berdampak langsung pada 61 KK beserta tempat tinggal mereka. Berdasarkan pemantauan petugas gabungan pada Minggu (1/3/2026), kondisi genangan air di lokasi terdampak dilaporkan telah surut sepenuhnya.

Berdasarkan hasil pemetaan analisis inaRISK, Kabupaten Tapin tercatat memiliki potensi bahaya cuaca ekstrem tingkat sedang hingga tinggi yang tersebar di 12 kecamatan.

Sementara itu, Kabupaten Malang memiliki tingkat kerawanan yang lebih luas dengan 31 kecamatan berada pada kategori potensi bahaya banjir tingkat sedang hingga tinggi.