“Ini formulasi ultra-proses yang membuat rasanya lebih kuat, meningkatkan craving, dan dibuat untuk bertahan lama di rak,” ujarnya.
Terkait bahaya mi instan ini, dokter asal Surabaya, dr. Sungadi Santoso atau dr. Sung, turut memberikan pandangannya.
Baca Juga: Berapa Lama Mi Instan Dicerna? Bisa 1-2 Hari! Waspada Dampak Buruk Natrium Tinggi
Ia menjelaskan bahwa produk mi instan yang berizin BPOM sebenarnya aman jika dikonsumsi dalam batas wajar. Masalah utama muncul ketika makanan yang tinggi karbohidrat dan lemak, namun minim protein, vitamin, serta mineral ini dimakan setiap hari tanpa tambahan gizi lain.
“Kondisi ini dapat membuat seseorang mudah lelah, mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan rentan sakit,” kata dr. Sung.
Selain memicu defisiensi nutrisi, dr. Sung juga menyoroti tingginya asupan garam dari bumbu mi instan yang berpotensi memicu tekanan darah tinggi secara persisten.
“Awalnya tubuh bisa beradaptasi, tapi lama-kelamaan pengawet dan pewarna yang semestinya bisa dinetralisir jadi menumpuk. Berat badan naik, risiko obesitas meningkat, dan muncul penyakit degeneratif lainnya,” jelasnya.
(Natash)
















