“Kami sedikit mengalami kendala pada selang yang bocor. Kebocoran tersebut mempengaruhi tekanan air sehingga suplai air ke titik api tidak maksimal,” ungkap Ade.
Ade meminta masyarakat agar tidak membersihkan atau membuka lahan menggunakan metode pembakaran, terutama saat kondisi cuaca panas yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Karhutla dan Longsor di Indonesia
Munculnya titik api ini mengharuskan warga terus meningkatkan kewaspadaan saat memasuki periode cuaca kering dan aktif mencegah kebakaran secara mandiri.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Risiko kebakaran sangat besar dan dapat merugikan banyak pihak, baik dari segi kesehatan maupun lingkungan,” tegas Ade.
(*Sr)
















