Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kini memulai fase tender untuk program Waste-to-Energy (WtE).
Danantara meloloskan 24 perusahaan sebagai peserta tender dari total 200 perusahaan yang melayangkan minat menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) tersebut.
Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia Fadli Rahman mewajibkan ke-24 perusahaan tersebut membentuk konsorsium. Fadli menekankan bahwa perusahaan pemenang tender harus mentransfer teknologi WtE kepada perusahaan lokal maupun pemerintah daerah.
Fokus Pengembangan di Empat Kota
Danantara memfokuskan pengembangan program PLTSa tahap pertama di empat wilayah, yakni Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta. Proses pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) ini mengedepankan tata kelola transparan dan mitigasi risiko yang kuat dari hulu.
Baca Juga:Â Danantara Kucurkan Investasi US$ 7 Miliar, Nilai Tambah Bauksit di Mempawah Ditarget Melonjak 70 Kali Lipat
Delapan perusahaan raksasa dari Prancis, China, dan Jepang turut bersaing ketat dalam tender ini:
















