Bola  

Transformasi Nathan Tjoe-A-On: Dari 75 Menit di Swansea, Kini Tak Tergantikan di Willem II

Perbandingan statistik menit bermain Nathan Tjoe-A-On antara musim 2024/25 di Swansea City dan musim 2025/26 di Willem II. (Dok. Ist)
Perbandingan statistik menit bermain Nathan Tjoe-A-On antara musim 2024/25 di Swansea City dan musim 2025/26 di Willem II. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, BOLA – Bek andalan Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, mencatatkan lonjakan karier yang fenomenal pada musim kompetisi 2025/2026.

Data terbaru per Selasa (17/2/2026) menunjukkan perubahan drastis dalam jam terbang sang pemain dibandingkan musim sebelumnya.

Baca Juga: Debut Berat John Herdman, Empat Pilar Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026

Jika pada musim 2024/2025 kariernya di klub Inggris, Swansea City, terbilang meredup dengan minimnya kesempatan bermain, kini Nathan menjelma menjadi pilar utama yang tak tergantikan di lini pertahanan klub Belanda, Willem II.

Berdasarkan statistik yang dihimpun, saat masih berseragam Swansea City di kompetisi Championship, Nathan hanya mendapatkan kesempatan tampil selama 75 menit dari total dua pertandingan sepanjang musim.

Angka tersebut sangat kontras dengan pencapaiannya saat ini.

Musim ini bersama Willem II, pemain berkaki kidal tersebut telah mengumpulkan total 2.153 menit bermain.

Angka fantastis ini diraih dari 23 pertandingan yang telah ia lakoni sebagai pilihan utama pelatih. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah mengingat kompetisi liga masih bergulir.

Konsistensi performa Nathan di Eredivisie (Liga Belanda) ini menempatkannya dalam jajaran elite pemain abroad Indonesia.

Saat ini, Nathan tercatat sebagai pemain Indonesia kedua dengan jumlah menit bermain terbanyak di kompetisi Eropa.

Baca Juga: Hasil Uji Coba Timnas Indonesia U-17: Garuda Muda Tampil Berani, Kalah Dramatis 2-3 dari China Lewat Gol Menit Akhir

Posisi Nathan hanya berada satu tingkat di bawah rekan setimnya di Timnas, Jay Idzes, yang juga tampil reguler dan kokoh bersama Sassuolo di kompetisi Liga Italia.

Rutinnya Nathan bermain di level tertinggi Eropa menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia.

Kematangan mental dan kondisi fisik yang terjaga melalui kompetisi reguler diharapkan terus memberikan dampak positif bagi Skuad Garuda.

(FR)